Enam Rumah Terdampak Longsor di Kawali Ciamis, Belasan Kepala Keluarga Harus Mengungsi

TPT Longsor Ancam Enam Rumah di Ciamis
Enam rumah di Perumahan Garden Permatasari, Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali terdampak setelah TPT perumahan ambruk, Minggu (1/3/2026) pukul 18.00 WIB. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Perumahan Garden Permatasari, Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, memicu longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) di belakang rumah warga.

Kondisi tanah yang labil memperparah situasi hingga berdampak pada enam kepala keluarga. Longsoran TPT menyebabkan kerusakan pada bagian dapur dan kamar mandi rumah warga.

Sejumlah dinding juga mengalami retak-retak. Khawatir longsor susulan terjadi dan area terdampak meluas, warga memilih mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan peristiwa TPT longsor bagian dapur rumah di Perumahan Garden Permatasari, Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Minggu (1/3/2026) pukul 18.00 WIB.

“Longsor terjadi setelah hujan deras kemarin (Minggu (1/3/2026) pukul 17.00 WIB. Dengan adanya air meluap di lingkungan perumahan akibat saluran air kurang lebar, ditambah kontur tanah labil, sehingga memicu longsornya TPT,” katanya dalam memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan hasil pendataan BPBD, TPT yang longsor memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter. Material longsoran membawa bagian bangunan rumah di bawahnya dan menyebabkan kerusakan struktural.

“Bagian rumah yang terbawa bersama material longsor merupakan dapur toilet. Kemudian, ada retakan yang muncul hingga ke ruang tamu,” ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak 18 jiwa dari rumah yang terdampak dan terancam harus mengungsi sementara waktu.

“Keluarga yang rumahnya terdampak dan terancam berjumlah 18 jiwa untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya,” ujarnya.

BPBD Ciamis telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk langkah penanganan lanjutan. Termasuk rencana pertemuan antara warga dan pengembang perumahan, mengingat pengelolaan kawasan masih berada di bawah pengembang.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Untuk kebutuhan mendesak, warga memerlukan perbaikan dan pembangunan kembali TPT serta perbaikan bangunan rumah yang rusak.

“Hari ini (Senin (2/3/2026), Red) rencananya warga perum dan perangkat desa akan diadakan pertemuan dengan pihak pengembang perum. Karena pengelolaan masih di bawah pengembang perumahan,” ujarnya. (riz)

0 Komentar