Tambahkan pantulan cahaya senja di rambut dan bahu agar terlihat alami.
Arahkan mata saya menatap kamera dengan ekspresi hangat dan tidak kosong.
Pertahankan tekstur kulit yang natural tanpa efek berlebihan.
Bangun suasana ramadan yang damai dan estetik.”
Prompt 3:
“Ubah pose saya menjadi berjalan perlahan di trotoar dengan langkah ringan dan bahu tegap.
Tempatkan latar berupa deretan pepohonan yang terkena cahaya golden hour.
Buat bayangan jatuh memanjang secara realistis di permukaan jalan.
Baca Juga:Ciptakan Visual Estetik di Bulan Ramadan dengan Sentuhan Prompt Gemini AI dan Nuansa Langit MalamMenu Sahur 15 Menit Satset dan Bergizi, 5 Ide Menu Praktis Bikin Puasa Kuat Seharian
Arahkan wajah saya sedikit tersenyum dengan tatapan percaya diri yang hidup.
Jaga proporsi tubuh dan wajah tetap sama seperti foto asli.
Tambahkan sentuhan warna hangat agar terasa sinematik namun tetap natural.”
Prompt 4:
“Atur saya seolah sedang berdiri di tepi pantai dengan kedua tangan menyatu di depan tubuh.
Biarkan cahaya matahari sore memantul di permukaan air dan menyentuh wajah saya.
Buat langit senja dramatis namun tetap lembut dan realistis.
Arahkan tatapan saya sedikit ke samping dengan ekspresi reflektif menjelang berbuka.
Pertahankan detail mata dan alis agar terlihat tajam dan tidak kosong.
Ciptakan komposisi estetik dengan kedalaman ruang yang terasa nyata.”
Prompt 5:
“Ubah pose saya menjadi duduk santai di kursi kayu dengan tubuh sedikit condong ke belakang.
Tempatkan saya di rooftop dengan pemandangan kota yang tersinari golden hour.
Tambahkan cahaya hangat yang membentuk dimensi alami pada wajah saya.
Baca Juga:Inspirasi Takjil Sehat Paling Praktis untuk Puasa Ramadan, Mudah dan BergiziMembangun Kebiasaan Baik Bersama Pasangan Selama Ramadan Agar Relasi Makin Harmonis dan Penuh Berkah
Arahkan mata saya menatap langsung ke kamera dengan ekspresi yakin dan lembut.
Pertahankan karakter asli tanpa mengubah bentuk hidung, rahang, atau warna kulit.
Hasilkan suasana sinematik yang realistis seperti foto kamera profesional.”
