Bojan Hodak Komentar Persib Menang Besar Jelang Lawan Persebaya, Efek Kedatangan Sergio Castel

Bojan Hodak Komentar Persib Menang Besar Jelang Lawan Persebaya
Bojan Hodak Komentar Persib Menang Besar Jelang Lawan Persebaya, Efek Kedatangan Sergio Castel. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Pelatih Persib Bojan Hodak komentar Persib menang besar jelang lawan Persebaya saat gelombang tak terbendung Persib Bandung.

Di bawah langit malam Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kemenangan itu datang seperti gelombang yang tak terbendung.

Lima gol bersarang ke gawang Madura United pada 26 Februari 2026, dan Persib Bandung berdiri tegak dengan dada lapang.

Baca Juga:Bakar Semangat Skuad Persib, H Umuh Muchtar Ingatkan Kekuatan Persebaya Surabaya: Jangan Anggap EntengPersib Kelola Sampah Stadion GBLA Melalui Pendekatan Zero Waste to Landfill, Hasilnya Sungguh Luar Biasa

Namun di tepi lapangan, tak tampak sosok yang biasa menjadi kompas di tengah badai pertandingan.

Bojan Hodak, pelatih berkebangsaan Kroasia itu, harus menepi karena hukuman akumulasi kartu kuning.

Ia menyaksikan dari jarak yang tak kasatmata, mempercayakan jalannya laga kepada para pemain dan stafnya. Seolah ia ingin melihat seberapa jauh ajarannya berakar tanpa harus selalu hadir di garis batas rumput.

Seusai sesi latihan pada Jumat malam, 27 Februari 2026, ia mengungkapkan kepuasan yang tak meledak-ledak, melainkan mengalir tenang.

Dalam pandangannya, kemenangan besar itu penting, tetapi yang lebih berarti adalah bangkitnya rasa percaya diri para penyerang.

Ia menilai gol-gol yang tercipta bukan sekadar angka di papan skor, melainkan suntikan keyakinan bagi mereka yang hidup dari naluri mencetak gol.

Tanpa keyakinan, seorang striker, baginya, hanya akan menjadi bayang-bayang di antara bek lawan.

Baca Juga:Fantastis, Selalu Menang, Persib Cetak 22 Gol di GBLA dan Hanya Kebobolan 1 dalam 12 Pertandingan KandangBeckham Putra Bicara Modal Persib Hadapi Persebaya Usai Pesta Gol ke Gawang Madura United 5-0

Kehadiran pemain anyar, Sergio Castel, turut ia soroti sebagai elemen yang mengubah denyut ruang ganti.

Ia memandang kedatangan sosok baru itu menghadirkan persaingan yang sehat—tekanan yang bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memacu.

Setiap pemain, menurutnya, terdorong menunjukkan kemampuan terbaik karena tak ada lagi ruang untuk merasa aman tanpa pembuktian.

Namun kemenangan itu, dalam catatannya, tidak hanya dibangun oleh mereka yang memulai laga.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada para pemain pengganti yang masuk pada babak kedua.

Kedalaman skuad dianggapnya sebagai fondasi dominasi, sebab setelah pertandingan melewati menit ke-60, irama permainan berubah semakin berat sebelah.

Perubahan taktik melalui pergantian pemain pada menit tersebut ia nilai sebagai keputusan yang menentukan.

Ia meyakini bahwa sebuah tim tak bisa bergantung pada sebelas nama pertama saja.

0 Komentar