RADARTASIK.ID – Sepak bola selalu menyimpan kisah kontras. Dari gemerlap stadion penuh sorak sorai hingga kehidupan sederhana jauh dari sorotan kamera. Itulah yang kini dialami mantan bek Barcelona, Jérémy Mathieu.
Satu dekade lalu, Mathieu adalah bagian dari skuad legendaris FC Barcelona musim 2014/2015.
Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, Blaugrana mencatat sejarah dengan meraih treble winners: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Baca Juga:Gesekan Tare dan Furlani Ganggu Ambisi Allegri Bawa AC Milan Kembali Disegani di Liga ChampionsTertarik Gabung AC Milan, Casemiro Hubungi Luka Modric
Musim itu identik dengan keganasan trio MSN—Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar—yang menghancurkan pertahanan lawan demi lawan.
Namun, di balik gemerlap lini depan tersebut, peran pemain seperti Mathieu tetap krusial dalam menjaga keseimbangan tim.
Didatangkan dari Valencia pada musim panas 2014, bek asal Prancis itu direkrut untuk memperkuat lini pertahanan.
Bersama nama-nama besar seperti Andrés Iniesta, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Gerard Pique, Mathieu menjadi bagian dari fondasi kokoh tim.
Ia bahkan mencatatkan momen penting ketika mencetak gol penentu kemenangan 1-0 dalam laga El Clasico melawan Real Madrid.
Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan simbol kontribusinya dalam musim yang berakhir manis.
Namun waktu terus berjalan. Sepuluh tahun berlalu sejak malam-malam kejayaan itu, dan kehidupan Mathieu berubah drastis.
Baca Juga:Hasil Undian Liga Champions dan Liga Europa: Atalanta vs Bayern Munchen, AS Roma Lawan BolognaInter Incar Pemain Tottenham untuk Gantikan Dumfries, Juventus Sukses Perpanjang Kontrak Weston McKennie
Kini di usia 41 tahun, ia tetap berada di sekitar dunia olahraga—tetapi dengan cara yang tak terduga.
Menurut laporan L’Equipe, Mathieu bekerja di toko olahraga Intersport yang terletak di antara Aix-en-Provence dan Marseille dan menjabat sebagai salah satu manajer bagian sepak bola.
Sosok yang dulu mengangkat trofi Liga Champions, kini melayani pelanggan yang mencari sepatu bola atau perlengkapan latihan.
Transisi tersebut bukan keputusan mudah. Mathieu mengakui dirinya sempat berusaha tetap berkecimpung di dunia sepak bola setelah gantung sepatu.
Ia ingin melanjutkan karier di lingkungan yang sudah membesarkan namanya. Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan.
“Saya mencoba untuk tetap berkecimpung di dunia sepak bola, seperti orang lain,” ujar Mathieu.
