Perpanjangan tersebut sekaligus menutup pintu bagi klub-klub peminat lain.
Selain Juventus, Maignan sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Chelsea dan Bayern Munich. Namun sang kapten memilih stabilitas dan proyek jangka panjang di San Siro.
Bagi Juventus, kegagalan ini menjadi gambaran situasi kompleks yang mereka hadapi.
Di satu sisi, klub membutuhkan figur kuat dan berpengalaman untuk memperkuat mentalitas tim.
Baca Juga:De Rossi Tak Takut Timnya Jadi Ajang Pelampiasan Amarah Inter yang Tersingkir dari Liga ChampionsDibeli Cristiano Ronaldo, Almeria Tambah 200.000 Pengikut Baru di Instagram dalam Sehari
Di sisi lain, daya tarik mereka di bursa transfer kini tidak sekuat beberapa tahun lalu, terutama ketika target utama sudah memiliki komitmen emosional dan profesional dengan rival langsung.
Sementara itu, Milan justru mendapat suntikan kepastian. Mempertahankan Maignan berarti menjaga fondasi pertahanan tetap kokoh untuk tahun-tahun mendatang.
Kisah ini menjadi bukti bahwa di balik layar bursa transfer, duel antara dua raksasa Italia tak pernah benar-benar berhenti.
Juventus mencoba mencuri pilar utama rivalnya. Namun kali ini, tembok Rossoneri terlalu kokoh untuk ditembus.
