TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana mengoptimalkan kawasan Taman Wisata Ciwulan (TWC) dengan menanam ratusan pohon durian unggulan jenis Musang King dan Duri Hitam.
Program ini tidak sekadar penghijauan, tetapi diarahkan menjadi pusat edukasi dan konservasi lingkungan hidup di kompleks perkantoran Pemkab.
Selama ini, TWC yang dibangun sejak 2017 belum dimanfaatkan secara maksimal. Awalnya, area tersebut dirancang sebagai kawasan wisata terpadu sekaligus terminal rekreasi. Namun, hingga kini fungsinya belum berjalan optimal sehingga lahan terkesan terbengkalai.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan penanaman durian menjadi langkah awal menghidupkan kembali kawasan tersebut. Menurutnya, kebun durian hanya pelengkap, sementara tujuan utama program adalah membangun wahana edukasi tata kelola lingkungan.
“Fokusnya bukan semata-mata buahnya, tetapi bagaimana kawasan ini menjadi tempat belajar tentang konservasi, pengelolaan alam, serta kesadaran menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan TWC akan terintegrasi dengan program Tasik Hejo atau gerakan penghijauan daerah.
Selain penanaman durian, pemerintah juga akan melakukan penyebaran benih tanaman keras, penyelamatan sumber mata air, serta penetapan kawasan tangkapan air (catchment area) guna menjaga keseimbangan ekosistem.
“Pemanfaatan lahan tidur ini diharapkan memberi nilai ekonomi sekaligus ekologis. Buah durian dipilih karena memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat, sehingga nantinya kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi agrowisata,” jelas dia.
Ke depan, TWC dirancang sebagai kawasan lingkungan hidup terpadu. Selain kebun konservasi, area ini juga direncanakan menjadi habitat berbagai tanaman, ruang terbuka hijau, hingga lokasi kegiatan luar ruang seperti camping ground.
Tak hanya itu, Pemkab juga mempertimbangkan pengembangan program kredit karbon sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya
“Jika berjalan konsisten, Tasikmalaya berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan karbon berbasis lingkungan,” kata dia.
Dengan konsep tersebut, TWC diharapkan berubah dari lahan yang tidak produktif menjadi pusat edukasi, konservasi, sekaligus ruang rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (ujg)
