Selain menjamin keaslian uang, hal ini juga untuk menghindari biaya tambahan dari jasa penukaran tidak resmi yang kerap muncul musiman, seperti pedagang kue Lebaran.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan. Karena itu, masyarakat diminta merawat uang dengan prinsip 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.
“Ramadan adalah momentum untuk memuliakan Rupiah. Kalau uangnya dirawat, sistem pembayaran lancar, harga stabil, dan keberkahan bisa dirasakan bersama,” katanya.
Baca Juga:Satgas Pajak Konser Mengemuka, Diky Candra: Jangan Sampai Musik Ramai, PAD Sepi di Kota TasikmalayaRSUD Dewi Sartika Disebut Monumen Gagal Rencana, Aktivis NU Soroti Proyek Kesehatan di Kota Tasikmalaya
Dengan sinergi penyediaan uang tunai dan akselerasi pembayaran digital, Bank Indonesia berharap arus transaksi selama Ramadan dan Idulfitri 2026, termasuk di Tasikmalaya, berjalan tanpa gejolak.
Singkatnya, Lebaran nanti diharapkan bukan hanya ramai oleh silaturahmi, tetapi juga tertib oleh Rupiah yang beradab. (rezza rizaldi)
