Ramadan 2026, Bank Indonesia Siapkan Rp2,55 Triliun untuk Penukaran Uang di Wilayah Tasikmalaya 

penukaran uang Ramadan 2026 di Kota Tasikmalaya oleh Bank Indonesia
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya di Jalan Sutisna Senjaya, Kamis (26/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Bank Indonesia bersama perbankan se-Jawa Barat kembali menggelar program penukaran uang Rupiah menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 ini resmi diluncurkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur.

Dalam keterangannya, Muhamad Nur menyebut Bank Indonesia se-Jawa Barat menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp16,7 triliun untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.

Baca Juga:Satgas Pajak Konser Mengemuka, Diky Candra: Jangan Sampai Musik Ramai, PAD Sepi di Kota TasikmalayaRSUD Dewi Sartika Disebut Monumen Gagal Rencana, Aktivis NU Soroti Proyek Kesehatan di Kota Tasikmalaya

Dari jumlah itu, wilayah Tasikmalaya kebagian alokasi Rp2,55 triliun, berdampingan dengan BI Jawa Barat sebesar Rp10,29 triliun dan BI Cirebon Rp3,89 triliun.

“Alokasi ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Kami ingin masyarakat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang, tanpa drama kekurangan uang kecil saat bagi-bagi THR,” ujar Muhamad Nur dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai tetap diperhitungkan secara adaptif karena transaksi digital terus tumbuh.

Artinya, uang kertas masih penting, tetapi kini hidup berdampingan dengan QR dan transfer—sebuah kompromi antara dompet fisik dan dompet digital.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Bank Indonesia bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.

Layanan berlangsung mulai 2 hingga 12 Maret 2026, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Di wilayah Tasikmalaya, titik penukaran akan ditempatkan di pusat aktivitas publik seperti masjid, terminal, pusat olahraga, hingga rest area jalan tol.

Dengan begitu, warga bisa menukar uang sambil menunggu bus atau menunaikan salat tarawih—ibadah jalan, uang pun siap.

Seluruh proses penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia.

Baca Juga:Kapolda Jabar Ingatkan Asrama Polisi Bojong Kota Tasikmalaya Bukan Kos-Kosan, Tapi AmanahEmpat BPR Dilebur Jadi Satu: OJK Konsolidasikan Perbankan Priangan Timur

Masyarakat diwajibkan memesan lebih dulu secara daring agar proses berjalan tertib, transparan, dan tidak berubah menjadi lomba antre manual seperti era sebelum digitalisasi.

Setiap warga dapat menukar uang dalam bentuk paket senilai Rp5,3 juta, terdiri dari pecahan Rp50.000 hingga Rp1.000 sesuai ketentuan aplikasi.

Pemesanan dibuka dalam dua tahap, yakni 13 Februari 2026 untuk penukaran Februari dan 26 Februari 2026 untuk penukaran Maret.

Muhamad Nur mengimbau masyarakat hanya menukar uang di lokasi resmi Bank Indonesia dan perbankan yang ditunjuk.

0 Komentar