Persib Kelola Sampah Stadion GBLA Melalui Pendekatan Zero Waste to Landfill, Hasilnya Sungguh Luar Biasa

Persib Kelola Sampah Stadion GBLA Melalui Pendekatan Zero Waste to Landfill
Persib Kelola Sampah Stadion GBLA Melalui Pendekatan Zero Waste to Landfill. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Pada Rabu, 18 Februari 2026, ketika Persib Bandung menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau Stadion GBLA, yang dipertaruhkan bukan semata hasil di papan skor.

Di balik sorak-sorai dan kibaran syal biru, ada ikhtiar sunyi yang bekerja—tentang bagaimana sebuah pertandingan dapat dirayakan tanpa meninggalkan beban bagi bumi yang dipijak.

Malam itu menjadi bagian dari kesungguhan Persib Bandung menghadirkan pengalaman laga yang bukan hanya meriah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Baca Juga:Fantastis, Selalu Menang, Persib Cetak 22 Gol di GBLA dan Hanya Kebobolan 1 dalam 12 Pertandingan KandangBeckham Putra Bicara Modal Persib Hadapi Persebaya Usai Pesta Gol ke Gawang Madura United 5-0

Bersama Jubelo, mitra resmi pengelolaan limbah stadion, sebanyak 3.696 kilogram sampah berhasil ditangani secara terukur sepanjang pertandingan berlangsung.

Dari angka itu, 1.225 kilogram berupa sampah organik atau sekitar sepertiga dari total keseluruhan.

Sampah anorganik mencapai 1.456 kilogram, sementara 1.015 kilogram lainnya tergolong residu.

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik; ia adalah cermin dari denyut ribuan orang yang hadir, makan, minum, bersorak, lalu pulang—meninggalkan jejak yang harus dipertanggungjawabkan.

Seluruh pengelolaan dilakukan melalui pendekatan zero waste to landfill, sebuah prinsip yang memastikan tidak ada sampah pertandingan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir.

Sampah organik diproses menjadi pakan maggot dan kompos; sampah anorganik diarahkan ke fasilitas daur ulang untuk diolah kembali menjadi material yang dapat digunakan ulang; sementara residu dimusnahkan melalui fasilitas khusus sesuai prosedur yang berlaku.

Di balik proses itu, 42 personel lapangan bekerja sejak tribun mulai terisi hingga stadion kembali lengang.

Sebanyak 336 kantong sampah disiapkan, dan dua ritase pengangkutan dilakukan demi memastikan alur pengelolaan berjalan tertib dari hulu ke hilir.

Baca Juga:Taktik Jitu Persib Diungkap Igor Tolic Usai Menang Besar 5-0 dari Madura United di Stadion GBLAPesta Gol, Persib Hancurkan Madura United 5-0 Tanpa Bojan Hodak, Ini Deretan Pencetak Gol Persib Bandung

Kerja mereka mungkin tak terdengar di antara gemuruh nyanyian, tetapi tanpanya, perayaan bisa berubah menjadi persoalan.

Bagi Persib dan Bobotoh, GBLA bukan sekadar arena.

Ia adalah rumah—tempat kenangan ditanam, harapan disemai, dan sejarah ditulis dari musim ke musim.

Rumah semestinya dirawat dengan kesadaran yang sama seperti ia dicintai.

Menjaga kebersihan stadion berarti menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama, sekaligus memelihara martabat klub itu sendiri.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, memandang capaian tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya kolektif dalam ekosistem pertandingan.

0 Komentar