TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Bulan Ramadan di salah satu SD di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, menuai keluhan dari orang tua siswa. Paket makanan yang dibagikan dinilai tidak mencerminkan komposisi gizi seimbang dan kurang layak bagi anak usia sekolah dasar.
Orang tua siswa SD di Kecamatan Padakembang, Endin (35), mengaku terkejut dan kecewa dengan menu yang diterima anaknya selama tiga hari terakhir. “Sudah tiga hari ini paket makanan hanya berisi roti kemasan tanpa merek, beberapa butir telur puyuh, dan kurma,” ungkap Endin kepada Radar, Kamis 26 Februari 2026.
Menurut Endin, menu tersebut jauh dari harapan orang tua terhadap program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak. “Menu makanan yang dibagikan lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi anak,” katanya.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Ia menilai paket tersebut tidak dilengkapi lauk, sayuran maupun sumber karbohidrat yang memadai. Kondisi itu dianggap terlalu sederhana untuk disebut sebagai menu bergizi.
“Benar pola makan anak mengalami penyesuaian selama Ramadhan karena menjalankan ibadah puasa. Tapi kita sebagai orang tua meminta agar menu MBG yang dibagikan tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian anak,” mintanya.
Endin menegaskan, jika paket tersebut diperuntukkan sebagai menu berbuka atau cadangan sahur, komposisinya tetap harus memenuhi unsur gizi seimbang.
Ia meminta adanya evaluasi dari pihak sekolah maupun penyelenggara program.
“Kami meminta pihak sekolah dan penyelenggara program melakukan evaluasi terhadap menu MBG yang dibagikan, terlebih pada momen Ramadhan yang seharusnya tetap memperhatikan aspek kesehatan anak,” dorong Endin.
Ia menegaskan tidak menolak program MBG, bahkan mendukung penuh pelaksanaannya. “Tapi kualitas dan kelayakan menu harus diperhatikan. Jangan sampai program ini hanya menjadi formalitas,” pungkasnya.
Keluhan serupa disampaikan orang tua murid SD di Kecamatan Cigalontang, Jafar (30). Ia mengaku kecewa dengan kualitas menu MBG yang diterima anaknya.
“Program MBG harus memiliki tujuan baik untuk mendukung pemenuhan gizi siswa, kualitas makanan yang disediakan tetap harus menjadi perhatian utama,” katanya.
