Hanya Cetak 6 Gol dalam Tiga Musim, Barella di Ambang Pintu Keluar Inter Milan

Nicolo Barella
Nicolo Barella merayakan golnya dalam kemenangan Inter vs Atalanta 2-1 di Serie A, Minggu 28 Mei 2023. (Inter/Twitter)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan jelas tak pernah memberi ruang bagi siapa pun untuk bersembunyi dari kritik.

Ketika performa menurun, nama besar sekalipun tak kebal dari kecaman.

Kini, sorotan tajam itu mengarah kepada Nicolò Barella, gelandang yang dalam beberapa musim terakhir menjadi simbol Inter Milan.

Barella pernah menjadi idola. Energinya, determinasi tanpa lelah, serta kontribusinya dalam era kebangkitan Inter sejak ditangani Antonio Conte membuatnya nyaris tak tersentuh kritik.

Baca Juga:Media Inggris: Casemiro Tertarik Susul Modric ke AC MilanDirektur Inter Tak Percaya AC Milan Cuma Kejar Target Lolos ke Liga Champions

Namun sepak bola bergerak cepat. Dalam hitungan bulan, status pahlawan bisa berubah menjadi terdakwa di hadapan publik sendiri.

Musim ini, statistik berbicara keras. Barella baru mencetak satu gol dari 32 penampilan. Musim lalu ia hanya mengemas tiga gol dari 56 laga.

Bahkan pada musim 2023/24, kontribusinya berhenti di dua gol dari 48 pertandingan.

Total enam gol dalam tiga musim terakhir untuk seorang gelandang non-bertahan jelas dianggap minim, terlebih untuk pemain dengan gaji hampir €7 juta bersih per tahun dan nilai transfer yang melebihi €50 juta saat direkrut.

Memang, gol bukan satu-satunya parameter untuk menilai gelandang. Namun di era sepak bola modern, kontribusi angka menjadi tuntutan.

Perbandingan pun mulai bermunculan. Gelandang lain di level top Eropa mampu menyumbang dua digit gol dalam semusim. Standar ekspektasi meningkat, dan Barella dinilai tertinggal.

Tak hanya soal angka, performanya di lapangan juga dinilai menurun. Intensitas yang dulu menjadi ciri khasnya kini tak selalu terlihat.

Ia tampak kurang tajam dalam membaca momen, kurang agresif saat menekan, dan terkadang kehilangan pengaruh dalam ritme permainan tim.

Baca Juga:Tertinggal dari Klub Ronaldo, Fans Al Hilal Minta Simone Inzaghi DipecatAS Roma Punya Senjata Rahasia untuk Tumbangkan Juventus di Olimpico

Apa yang sebenarnya terjadi? Faktor kelelahan bisa menjadi salah satu jawaban. Jadwal padat Inter dalam beberapa musim terakhir menguras energi fisik dan mental.

Ada pula kemungkinan faktor taktik yang membuat perannya lebih dalam dan jauh dari kotak penalti.

Namun tak sedikit yang menduga ada persoalan psikologis—beban ekspektasi, tekanan publik, hingga dinamika ruang ganti—yang turut memengaruhi performanya.

Hubungan dengan publik San Siro pun mulai retak. Beberapa gestur emosionalnya di lapangan yang dulu dianggap sebagai bukti semangat, kini justru dipandang berlebihan.

0 Komentar