Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Belum Libatkan Produk-Produk Lokal, Ini Kata Komisi II

Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Tasikmalaya
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dani Fardian. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

“Di sini ada dugaan monopoli, apalgai saat ini yang semakin jeleknya menu MBG, bahkan ada yang menggunakan singkong,” kaga dia

Bahkan, terdapat laporan bahwa sebagian siswa membawa pulang makanan karena tidak habis dikonsumsi di sekolah. Pada bulan Ramadan, menu yang disediakan dinilai kurang menarik sehingga tingkat konsumsi menurun.

Dani meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG tingkat kabupaten segera melakukan evaluasi menyeluruh. Pengawasan dan monitoring harus diperketat, terutama terhadap pola kerja sama dapur dengan UMKM, koperasi, dan BUMDes dan penyedia menu.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Kami mendorong ada evaluasi rutin. Program ini jangan sampai hanya menguntungkan distributor besar, sementara pelaku usaha lokal tidak merasakan dampaknya,” tegasnya.

Ia berharap ke depan pelaksanaan MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berada di lokal. (ujg)

0 Komentar