Transparansi Proyek KDMP Desa Sindangwangi Pangandaran Dipertanyakan

Pembangunan KdMp Desa Sindangwangi Pangandaran
Konstruksi pembangunan KDMP di Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang yang belum rampung, Rabu (25/2/2026).
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – ‎Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang dipertanyakan pemuda. Hal ini terkait dengan transparansi penggunaan anggaran pada proyek tersebut

Ketua karang taruna bina remaja Desa Sindangwangi, Padna mengatakan, gedung yang dibangun tepat di depan kantor Desa itu tidak memasang papan informasi anggaran pembangunan.

“Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengetahui berapa jumlah anggaran yang digunakan dalam membangun gedung tersebut,” ucapnya saat menghubungi Radar Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:Padel Mengubah Peta Bisnis di Kota Tasikmalaya: Nongkrong dan Hitung-Hitungannya!Saat Pecinta Vespa SOG Indonesia Chapter Tasikmalaya, Satu Lesehan Membedah Kelas Trading di Pondok Pesantren!

‎Dia menyayangkan pembangunan KDMP yang menggunakan uang rakyat itu dikelola secara tidak transparan. “Itu uang kami, uang rakyat yang dikelola oleh pemerintah melalui pihak ketiga. Harusnya transparan sejak awal pembangunan, berapa uang yang digunakan untuk pembangunan KDMP,” ungkapnya.

‎‎Sebelum pembangunan dimulai, pihak pengembang sama sekali tidak ada sosialisasi terkait total nilai penggunaan anggaran untuk pembangunan KDMP.

‎‎”Ya, saya sebagai masyarakat meminta semua pembangunan yang menggunakan duit rakyat harus transparan,” pintanya.

‎‎ia mengatakan, papan informasi merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik. Hal ini sangat penting supaya masyarakat bisa saling mengontrol jalannya pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan

‎”‎Hal ini juga memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (dan perubahannya), serta Permen PU No. 29/PRT/M/2006,” bebernya.

Kepala desa Sindangwangi, Kursin mengaku tidak mengetahui secara pasti biaya anggaran yang digunakan. Menurutnya, pihak desa tidak terlibat dalam pembangunan Program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo itu.

‎”Desa mah tidak terlibat, jadi tidak tahu,” ujarnya singkat.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar