Kemenangan mungkin bukan milik Galatasaray di laga tersebut, tetapi tiket ke babak 16 besar tetap mereka kantongi.
Dan bagi Osimhen, malam itu bukan soal selebrasi, melainkan tentang profesionalisme dan penghormatan.
Dalam sepak bola modern yang penuh gestur emosional dan selebrasi berlebihan, sikap Osimhen terasa berbeda.
Ia memilih menghargai hubungan personal dibanding meluapkan euforia sesaat.
Baca Juga:Inter Tak Lagi Menakutkan di Liga Champions, Oaktree Diminta Beli Pemain BintangMedia Italia: Inter Akan Lepas Tujuh Pemain Musim Depan
Di tengah tensi tinggi pertandingan Eropa, pesan yang ia sampaikan sederhana: ada nilai yang lebih besar daripada sekadar mencetak gol.
Dan malam itu di Turin, rasa hormat mengalahkan selebrasi.
