PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran akan memprioritaskan Pasar Pananjung di Kecamatan Pangandaran, untuk lebih dahulu direvitalisasi.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan bahwa Pasar Pananjung masih dianggap sebagai pasar induk Pangandaran, sehingga menjadi prioritas untuk direvitalisasi.
Padahal, jika melihat kondisi pasar tradisional yang lain, baik itu Parigi maupun Kalipucang, kondisinya cukup memprihatinkan.
Baca Juga:Padel Mengubah Peta Bisnis di Kota Tasikmalaya: Nongkrong dan Hitung-Hitungannya!Saat Pecinta Vespa SOG Indonesia Chapter Tasikmalaya, Satu Lesehan Membedah Kelas Trading di Pondok Pesantren!
“Jadi kemarin juga sudah ada pembahasan dengan Pak Sekda, soal rencana revitalisasi Pasar Pananjung, kemungkinan jalanya dulu atau drainase yang akan diperbaiki,” ungkapnya kepada Radar Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, untuk bangunan kios dan juga jongko di Pasar Pananjung, sebenarnya masih bagus atau masih kuat untuk beberapa tahun kedepan.
Tedi mengatakan, untuk perbaikan jalan dan drainase di Pasar Pananjung Pangandaran, kewenangannya nanti adi di Dinas PUPR. “Untuk pengerjaan, pengukuran dan lain-lain nantikan di dinas PU,” jelasnya.
Tedi mengatakan, pihaknya telah memperjuangkan revitalisasi Pasar Pananjung sejak zaman kepemimpinan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata. Namun anggaran tak jua terkumpul.
“Ya yang pada akhirnya kita akan fokus dulu pada perbaikan sarana dan prasarana jalan,” ucapnya.
Tedi mengatakan, untuk jalan di Pasar kemungkinan tidak pakai hotmiks.”Ya kemungkinan pakai aspal lapen yang harganya ratusan juta itu,” katanya.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan jika melihat kondisi keuangan daerah saat ini, masih sulit untuk merevitalisasi Pasar Pananjung.
Baca Juga:Unboxing Perencanaan Ala Bapellitbangda Kota Tasikmalaya di Bulan Pengendalian Diri!Cegah Anak Jadi Korban Child Grooming, Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Lakukan Edukasi Area Privasi
Menurutnya, pembangunan revitalisasi pasar Pananjung bakalan menelan biaya cukup besar. Estimasi anggaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp 80 Miliar.
“Saya sempat melihat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun lalu itu harus menyiapkan Rp 80 Miliar. Kalau dipakai semua untuk pasar dari APBD tentu tidak akan cukup,” katanya.(Deni Nurdiansah)
