Kota Tasikmalaya Siap “Diet” Birokrasi: PPKBP3A Dipecah, PUTR dan Perwaskim Direncanakan Menyatu

peleburan dinas di Kota Tasikmalaya tahun 2026
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat memberikan sambutan di Musrenbang Dinas PPKBP3A, di Gedung Galih Prawesti, Rabu (25/2/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Artinya, PPKBP3A tak benar-benar hilang, hanya berganti wajah dan alamat. Seperti pindah kos, bukan pindah kota.

PUTR dan Perwaskim: Dari Dua Jadi Satu

Penataan juga menyasar sektor infrastruktur. Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menyebut Dinas Perwaskim direncanakan dilebur ke dalam PUTR.

“Idealnya Perwaskim ke PUTR,” ujarnya singkat, tapi padat makna.

Baca Juga:Ventilator RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya yang “Bangun Tidur”Kota Tasikmalaya Ngos-Ngosan, APBD Susut: Air Putih Resmi Naik Kelas, Gorengan Turun Kasta!

Saat ini pembahasan masih berada di meja Perda SOTK. Untuk tahun berjalan, Musrenbang PUTR dan Perwaskim tetap digelar terpisah.

Namun dalam perencanaan jangka menengah, hasilnya akan digabung sebagai satu paket kebutuhan program.

Meski disebut sebagai upaya efisiensi, Hendra mengingatkan bahwa peleburan dinas tidak otomatis memangkas anggaran.

Justru bisa menambah beban belanja pegawai karena bertambahnya bidang dan struktur baru.

“Harus dihitung beban kerja dan kemampuan fiskal. Jangan sampai niatnya diet, tapi malah naik berat badan,” ujarnya.

Tunggu Palu Perda

Para kepala dinas menegaskan bahwa seluruh skema penggabungan masih berada di tahap administratif dan konsultatif. Program tahun berjalan tetap menggunakan struktur lama.

Perubahan baru akan berlaku setelah Rancangan Perda SOTK disahkan menjadi payung hukum resmi penataan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:PJU Padam Bertahun-tahun di Kawalu Kota Tasikmalaya, Warga Bertanya: Lagi Hemat Energi atau Lupa Dipelihara?Gunung Jati Group Santuni 600 Anak Yatim di Kota Tasikmalaya, Ramadan Jadi Tabungan Akhirat

Sementara itu, publik hanya bisa menunggu: apakah birokrasi Kota Tasikmalaya benar-benar ramping dan gesit, atau sekadar ganti nama dan pindah ruangan.

Yang jelas, satu hal sudah pasti: APBD sedang mengatur napas, dan birokrasi diminta ikut menahan laju. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar