Setelah melalui masa restrukturisasi finansial yang berat, kondisi keuangan Inter mulai stabil berkat performa impresif di Liga Champions musim lalu.
Musim ini klub kembali mencatatkan neraca yang lebih sehat.
Namun stabilitas keuangan saja tidak cukup. Untuk kembali ditakuti di Eropa, Inter membutuhkan suntikan kualitas.
Investasi yang terarah dan perekrutan pemain bintang dinilai menjadi langkah mendesak.
Baca Juga:Media Italia: Inter Akan Lepas Tujuh Pemain Musim DepanAlexander Sorloth: Bomber Norwegia yang Batal Gabung AS Roma karena Tammy Abraham
Tantangannya jelas: Inter tidak memiliki daya beli sebesar raksasa seperti Real Madrid, Liverpool, Manchester City, atau Arsenal.
Karena itu, strategi harus cermat. Kombinasi antara pembelian cerdas, pengembangan pemain muda, dan manajemen aset menjadi kunci.
Tanpa lingkaran positif baru—yakni performa bagus yang menghasilkan pemasukan, lalu diinvestasikan kembali ke skuad—Inter berisiko terjebak di zona abu-abu: cukup kuat di Italia, tetapi lemah di Eropa.
Inter masih memiliki fondasi yang solid. Basis suporter kuat, stadion bersejarah, dan tradisi panjang di kompetisi Eropa adalah modal penting.
Namun sepak bola modern bergerak cepat. Tanpa penyegaran signifikan, jarak dengan elite Eropa akan semakin melebar.
Musim ini menjadi pengingat keras bahwa reputasi masa lalu tak menjamin masa depan.
Jika Oaktree ingin Inter kembali menakutkan di Liga Champions, langkah berani di bursa transfer adalah keniscayaan.
Baca Juga:Fans Juventus Beri Tepuk Tangan untuk Sepak Bola Menyerang SpallettiDiwarnai Tangisan Thuram, Juventus Paksa Galatasaray ke Babak Perpanjangan Waktu
Jika tidak, Nerazzurri bisa saja terus hidup dalam nostalgia—sementara klub-klub lain melaju jauh meninggalkan mereka.
