Inter Tak Lagi Menakutkan di Liga Champions, Oaktree Diminta Beli Pemain Bintang

Inter Milan
Inter Milan Foto: Tangkapan layar Insatgram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Ada waktu ketika Inter Milan dilatih Simone Inzaghi menjadi salah satu tim paling ditakuti di Eropa.

Meski belum mempersembahkan trofi Liga Champions, Inzaghi berhasil mengembalikan identitas dan rasa percaya diri Inter di kancah internasional.

Inzaghi membawa Inter ke partai puncak pada musim 2022/2023 (kalah 0-1 dari Manchester City) dan musim 2024/2025 (kalah dari Paris Saint-Germain).

Baca Juga:Media Italia: Inter Akan Lepas Tujuh Pemain Musim DepanAlexander Sorloth: Bomber Norwegia yang Batal Gabung AS Roma karena Tammy Abraham

Bagi banyak tifosi, periode ini menjadi bukti bahwa dengan perencanaan matang dan stabilitas teknis, Inter mampu kembali berdiri sejajar dengan elite Eropa.

Namun musim ini menghadirkan kenyataan berbeda usai Inzaghi pergi dan digantikan oleh Cristian Chivu.

Kampanye Liga Champions Nerazzurri berakhir pahit, ditandai lima kekalahan dalam sepuluh pertandingan—dan yang lebih mengkhawatirkan, seluruh kekalahan itu datang dalam enam laga terakhir.

Statistik tersebut terasa kejam. Untuk mengumpulkan lima kekalahan di Eropa sebelumnya, Inter membutuhkan 49 pertandingan.

Kini, catatan buruk itu hadir hanya dalam satu musim yang penuh inkonsistensi.

Tersingkirnya Inter dari Liga Champions UEFA setelah disingkirkan Bodo/Glimt menjadi simbol kemunduran tersebut.

Pelatih Chivu pun berbicara jujur: “Sayangnya, kami tidak mampu bersaing di Eropa.”

Baca Juga:Fans Juventus Beri Tepuk Tangan untuk Sepak Bola Menyerang SpallettiDiwarnai Tangisan Thuram, Juventus Paksa Galatasaray ke Babak Perpanjangan Waktu

Pengakuan itu menegaskan bahwa ada persoalan mendasar yang tak bisa lagi ditutupi.

Menurut laporan Corriere dello Sport, kekalahan telak 0-5 di final musim lalu sebenarnya sudah menjadi alarm awal.

Musim ini, prioritas Inter memang diarahkan ke kompetisi domestik dandi saat yang sama, muncul perasaan bahwa sebuah era telah mencapai titik akhirnya.

Skuad yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung kesuksesan kini terlihat mengalami kelelahan fisik dan mental.

Faktor usia juga menjadi sorotan, Inter tak melakukan regenerasi secara signifikan, sementara tuntutan kompetisi Eropa semakin meningkat.

Pemain-pemain baru yang didatangkan belum sepenuhnya mampu menaikkan level permainan.

Satu-satunya pengecualian yang dianggap konsisten adalah Manuel Akanji, yang bahkan melakukan blunder konyol saat melawan Bodo.

Selebihnya, kontribusi pemain baru Inter belum cukup untuk menjadikan mereka kembali kompetitif di panggung tertinggi.

Kini sorotan tertuju pada pemilik klub, Oaktree.

0 Komentar