Diwarnai Tangisan Thuram, Juventus Paksa Galatasaray ke Babak Perpanjangan Waktu

Weston McKennie
Selebrasi Weston McKennie usai mencetak gol ketiga Juventus.  Foto: Tangkapan layar Instagram@juventus
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Drama, emosi, dan mental baja menyatu dalam satu malam panas di Allianz Stadium.

Juventus menunjukkan karakter luar biasa saat menjamu Galatasaray pada leg kedua babak play-off Liga Champions UEFA.

Meski tim tamu Galatasaray sudah mengantongi kemenangan 5-2 di leg pertama, Juve tak menyerah yang membuat pertandingan berkembang jauh lebih rumit dari perkiraan.

Baca Juga:Atalanta Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions, Palladino: Ini Sejarah bagi Sepak Bola ItaliaArrigo Sacchi: Tersingkir dari Liga Champions Ganggu Peluang Inter Raih Scudetto

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Juventus tetap tampil agresif dan bahkan mampu unggul 3-0 meski harus bermain dengan sepuluh orang.

Salah satu momen paling menyentuh dalam laga itu melibatkan gelandang muda Prancis, Khephren Thuram.

Saat Juventus unggul 2-0, pada menit ke-77, momen yang akan terus membekas bagi Thuram pun terjadi.

Gelandang kelahiran 2001 itu melakukan penetrasi cepat dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Galatasaray, Cakir.

Peluang emas terbuka lebar. Jika gol tercipta, Juventus akan memimpin 3-0, sayangnya tendangan Thuram melambung tipis di atas mistar gawang.

Allianz Stadium seketika terdiam. Itu adalah peluang yang “seharusnya” menjadi gol. Kesalahan tersebut langsung membuat sang pemain terpukul secara mental.

Hanya semenit setelah peluang itu, pada menit ke-78, pelatih Spalletti memutuskan menarik Thuram dan memasukkan Adzic.

Baca Juga:Inter Kehilangan Pemasukan Rp1 Triliun Usai Tersingkir dari Liga Champions, 3 Pemain Terancam DijualLini Depan Mandul, AC Milan Dilarang Duetkan Leao-Pulisic

Keputusan taktis yang mungkin diperlukan, tetapi secara emosional terasa berat bagi sang pemain.

Thuram terlihat menetaskan air mata saat berjalan keluar lapangan dengan raut frustrasi. Ia menendang botol minuman dan pintu menuju lorong stadion sebelum akhirnya duduk di bangku cadangan.

Beberapa rekan setim langsung menghampiri untuk menenangkannya. Dari bibirnya terus terucap kalimat yang sama: “Aku harus mencetak gol.”

Rasa bersalah dan tanggung jawab sebagai gelandang yang mendapatkan peluang emas begitu terasa.

Momen itu memperlihatkan sisi manusiawi dari sepak bola di level tertinggi—tekanan, ekspektasi, dan beban mental yang dipikul pemain muda di panggung besar Eropa.

Namun sepak bola selalu memberi kesempatan kedua. Pada menit ke-82, Weston McKennie muncul sebagai penentu.

Dengan naluri dan determinasi khasnya, McKennie mencetak gol ketiga Juventus. Skor berubah menjadi 3-0 dan Allianz Stadium kembali bergemuruh.

0 Komentar