RADARTASIK.ID – Malam yang akan dikenang sepanjang masa oleh publik Bergamo akhirnya menjadi kenyataan.
Atalanta memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions UEFA setelah menaklukkan Borussia Dortmund dengan skor telak 4-1 dalam laga dramatis yang ditentukan lewat penalti di menit ke-98.
Tim asuhan Raffaele Palladino sukses membalikkan defisit 2-0 dari leg pertama. Sebuah remontada sensasional yang bukan hanya menggetarkan stadion, tetapi juga menggema ke seluruh penjuru Italia.
Baca Juga:Arrigo Sacchi: Tersingkir dari Liga Champions Ganggu Peluang Inter Raih ScudettoInter Kehilangan Pemasukan Rp1 Triliun Usai Tersingkir dari Liga Champions, 3 Pemain Terancam Dijual
La Dea tampil menggila sejak awal pertandingan. Baru lima menit laga berjalan, Gianluca Scamacca membuka keunggulan.
Tekanan tinggi dan tempo agresif membuat Dortmund kesulitan mengembangkan permainan.
Menjelang turun minum, Davide Zappacosta menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Stadion bergemuruh. Agregat kembali imbang dan harapan mulai membumbung tinggi.
Memasuki babak kedua, Mario Pasalic mencetak gol ketiga yang membuat Atalanta semakin percaya diri.
Namun Dortmund belum menyerah. Karim Adeyemi memperkecil ketertinggalan pada menit ke-75 dan membuat laga kembali menegangkan.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, momen penentuan pun tiba.
Di menit-menit akhir, Bensebaini melepaskan bola lambung yang mengenai Krstovic saat sang striker berusaha menyundul bola ke gawang kosong.
Wasit sempat membatalkan penalti, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan berubah.
Di menit 90+8, Lazar Samardzic dengan tenang mengeksekusi penalti. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-1 dan membawa Atalanta melaju ke fase gugur, di mana mereka akan menghadapi Arsenal atau Bayern Munchen.
Palladino: “Ini Akan Jadi Sejarah”
Dalam wawancara dengan Sky Sport, Palladino tak mampu menyembunyikan emosinya.
Baca Juga:Lini Depan Mandul, AC Milan Dilarang Duetkan Leao-PulisicJurnalis Italia: Inter Dihantui Kutukan Musim Tanpa Gelar
“Terima kasih, terima kasih banyak. Ini pertandingan yang akan tercatat dalam sejarah. Bukan hanya di Bergamo, bukan hanya bagi para tifosi Atalanta, tetapi dalam sejarah sepak bola Italia. Kami melakukan comeback yang akan dikenang selamanya,” ujarnya dikutip dari Calciomercato.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, manajemen, hingga Presiden Antonio Percassi dan direktur D’Amico.
Menurutnya, dukungan 23 ribu suporter yang memadati stadion menjadi energi tambahan yang luar biasa.
