TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Video tumpukan bingkisan makanan yang diduga direkam di salah satu ruang kerja aparatur sipil negara (ASN) Kota Tasikmalaya menuai sorotan publik.
Namun sumber terpercaya radartasik.id di Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menegaskan video tersebut bukan kejadian baru.
Menurut sumber internal, video itu dibuat sekitar satu tahun lalu dalam rangka tukar kado antarpegawai. Tidak ada niatan untuk pamer (flexing) atau menyudutkan pihak tertentu.
Baca Juga:Sekretariat HMI Cabang Tasikmalaya Sempat Disegel, Kader Geram Hasil Pleno Tak Kunjung Datang Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor Unsil 2026–2030: Aripin, Asep Suryana, dan Ade Rustiana
Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah, mengakui secara etika kegiatan semacam itu kurang pantas jika dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang berat, apalagi menjelang Ramadan.
“Kalau unsur-unsur yang terkesan hedon, harusnya dihindari. Apalagi suasana mau Ramadan, mestinya sederhana dan ada empati ke masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah. Itu tidak layak dilaksanakan,” kata Apep, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai, meski hanya berbagi kue atau bingkisan, maknanya bisa ditafsirkan berbeda oleh publik.
“Munggahan atau bagi-bagi kue itu kan analoginya hampir sama. Tinggal bagaimana masyarakat menilai,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Kota Tasikmalaya, Imin Muhaemin, mengaku belum menerima laporan resmi terkait video tersebut.
Namun ia menegaskan, jika benar aktivitas itu dilakukan di jam kerja dan di ruang kantor, maka masuk ranah etika ASN.
“Kalau benar dilakukan di kantor dan jam kerja, secara etika itu tidak boleh. Apalagi suasana Ramadan. Harus menyesuaikan kondisi dan menjaga privasi,” kata Imin.
Ia menyebut, Inspektorat akan melakukan klarifikasi jika ada laporan resmi.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-VotingRSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Lebih Baik Disewakan daripada Jadi Museum karena Ventilator
“Nanti kita klarifikasi dulu. Ada atasan langsung dan pembina kepegawaian juga. Kalau perlu investigasi dan pembinaan, itu sudah menjadi keharusan,” tambahnya.
Video yang sempat beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp itu memantik komentar publik.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik-turun, tayangan bingkisan yang menggunung di ruang kantor ASN dinilai kontras dengan kondisi warga.
Guyonan pun bermunculan. Dari “menu Lebaran sudah direncanakan” hingga sindiran soal sensitivitas sosial.
