Ventilator RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya yang “Bangun Tidur”

ventilator RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya akhirnya berfungsi
Kadinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana saat diwawancara perkembangan terbaru ventilator RSUD Dewi Sartika di depan Galih Pawestri, Rabu (25/2/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Sementara itu, ia menegaskan pelayanan BPJS di Kota Tasikmalaya tetap berjalan melalui rumah sakit lain dan FKTP.

“Tidak ada peserta BPJS yang tidak dilayani,” ujarnya.

Tetapi publik telanjur bertanya. Dan DPRD ikut menggarisbawahi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Yadi Mulyadi, menyebut kondisi RSUD Dewi Sartika ironis.

“Gedungnya paling bagus, fasilitasnya luar biasa. Tapi belum bisa optimal,” katanya.

Baca Juga:Kota Tasikmalaya Ngos-Ngosan, APBD Susut: Air Putih Resmi Naik Kelas, Gorengan Turun Kasta!PJU Padam Bertahun-tahun di Kawalu Kota Tasikmalaya, Warga Bertanya: Lagi Hemat Energi atau Lupa Dipelihara?

Usia rumah sakit hampir dua tahun. Seharusnya sudah bicara pemantapan layanan. Bukan lagi mengejar alat dasar.

“Jangan sampai rumah sakitnya besar, tapi fungsinya kecil,” sindir Yadi.

Di situlah letak getirnya. Ventilator senilai sekitar Rp450 juta menahan pintu BPJS. Gedung hidup. Aktivitas ada. Namun pelayanan utama tertunda.

RSUD Dewi Sartika tampak sehat dari luar. Namun lama sakit di dalam perencanaan.

Kini satu napas sudah kembali. Tinggal menunggu: apakah rumah sakit itu benar-benar akan bernapas penuh, atau hanya terbangun sebentar—lalu tertidur lagi. (rezza rizaldi)

0 Komentar