Dan komentar paling jujur mungkin datang dari nd_ast: “Teu kuat milu era.” Tidak kuat ikut malu. Kalimat pendek. Tapi menohok.
Lalu siapa Willy Salim? Ia bukan orang sembarangan di jagat media sosial. Willy Salim adalah konten kreator muda. Lahir di Bangka Belitung, 27 Mei 2002. Namanya melesat sejak TikTok jadi panggung utama. Kontennya sederhana tapi memikat: borong dagangan, bagi-bagi rezeki, giveaway besar-besaran.
Puluhan juta pengikut. Video-videonya ditonton jutaan kali. Ia aktif sejak lama di YouTube, tapi benar-benar meledak sejak 2020 di TikTok.
Baca Juga:Ekonomi Kota Tasikmalaya 2026 Ngos-Ngosan! Tahun Paling Berat, Sebelum Lebaran TibaPresiden Prabowo Memilih Empati!
Tentu saja, di balik popularitas selalu ada cerita lain. Pernah ada tudingan kontennya settingan. Pernah jadi perdebatan. Tapi Willy tetap jalan. Bahkan merambah bisnis: sabun, body masker, serum. Semua dipasarkan lewat TikTok.
Ia juga sering dikaitkan dengan nama besar Salim Group. Tapi ia berkali-kali menegaskan, itu bukan warisan. Itu kerja keras sebagai kreator.
Masalahnya bukan pada Willy. Bukan juga sepenuhnya pada remaja putri itu. Yang membuat Tasik kaget adalah cara nama kota ini kembali muncul di ruang publik. Lewat konten. Lewat sensasi. Lewat mimpi 1 miliar.
Tasikmalaya seperti kembali bertanya pada dirinya sendiri: Kita ini sedang dikenal karena apa? Dan pertanyaan itu—seperti biasa—tak pernah dijawab di kolom komentar. (red)
