TASIKMALAYA,RADARTASIK.ID – Tasikmalaya kembali disebut. Bukan karena prestasi. Bukan pula karena inovasi. Kali ini karena sebuah video pendek. Sangat pendek. Tapi gaungnya panjang.
Di video itu tampak seorang remaja putri. Sweater hitam. Jilbab biru dongker. Wajahnya biasa saja. Bukan seleb. Bukan pejabat. Bukan siapa-siapa. Tapi caption yang menempel di video itu membuat banyak orang Tasikmalaya terhenyak.
“Mbak ini jauh-jauh datang dari Tasik pengen minta 1 miliar.” Nama yang disebut di sana: Willy Salim.
Baca Juga:Ekonomi Kota Tasikmalaya 2026 Ngos-Ngosan! Tahun Paling Berat, Sebelum Lebaran TibaPresiden Prabowo Memilih Empati!
Publik Tasik langsung bereaksi. Bukan karena benci pada remajanya. Tapi karena merasa… tersentil. Ada rasa kaget. Ada rasa malu. Ada juga rasa geli.
Remaja itu disebut datang ke rumah Willy Salim untuk mengikuti perlombaan. Hadiahnya bukan kaleng-kaleng: 1 miliar rupiah. Angka yang kalau ditulis nolnya saja sudah bikin pusing. Apalagi dikatakan “datang dari Tasik”.
Tasik pun kembali jadi bahan omongan. Kolom komentar langsung ramai. Bukan komentar panjang penuh data. Tapi komentar pendek, khas netizen, khas warga yang merasa ikut terseret namanya.
Komentar teratas datang dari akun tety_nurhayatii. Nadanya santai. Sedikit nyeletuk. Sedikit menertawakan keadaan.
Katanya kira-kira begini: “Si teteh memang ngisinya segitu. Yang waras mah tetap waras. Orang juga mikir-mikir ngasih 1 M cuma-cuma.”
Ada emoji tertawa. Banyak yang menyukai. Mungkin karena itu yang dirasakan banyak orang: antara sadar realitas dan geli pada sensasi.
Lalu muncul komentar yang lebih pedas. Singkat. Dari rifqimauln: “Ngerakeun Tasik.” Dua kata. Tapi berat. Ada emoji menangis. Seolah mewakili perasaan sebagian warga: kenapa lagi-lagi Tasik?
Baca Juga:Koperasi Desa Merah Putih Bakal Gantikan Alfamart-Indomaret?Mahasiswa UMB Manfaatkan Teknologi AIoT untuk Tekan Kematian Ikan Gurame di Wargakerta Tasikmalaya
Komentar berikutnya dari nty_zhanty malah lebih sarkastik. Katanya, dari dulu juga begitu. Yang digerakkan, yang diramaikan, yang jadi bahan konten—orang Tasik deui, Tasik deui. Emoji menjulurkan lidah. Kritik tapi tetap bercanda.
Ada juga yang memilih jalur humor lokal. riririna2014 menulis: ngantosan lilin Hoyong Aci Sakitu saja tidak semudah itu, apalagi urusan segini. Tertawa. Tapi tetap terasa getirnya.
