Di tengah Ramadan yang sering kali dipenuhi seremoni, SOG Tasikmalaya memilih jalan lain tapi bermakna. Menggabungkan iman, ilmu, dan komunitas. Di pesantren. Dengan Vespa yang terparkir rapi di luar.
Ternyata, dakwah tidak selalu harus naik mimbar. Kadang cukup duduk bersama. Lesehan. Dengan niat baik. Dan mesin tua yang terus diajak berjalan ke arah yang lebih dewasa. (red)
