Jurnalis Italia: Inter Dihantui Kutukan Musim Tanpa Gelar

Inter Milan
Ilustrasi skuad Inter Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID –Kekalahan menyakitkan dari Bodo/Glimt di Liga Champions menjadi pukulan telak bagi Inter Milan.

Tersingkir lebih awal dari kompetisi elite Eropa tak hanya mengguncang ambisi Nerazzurri di level internasional, tetapi juga memicu kekhawatiran baru: ancaman musim tanpa gelar.

Di tengah suasana kecewa itu, sorotan tajam datang dari jurnalis senior Italia, Paolo Condo.

Baca Juga:Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Ini Kata Legenda AC MilanInter Disingkirkan Bodo/Glimt, Legenda Juventus: Bermain Standar Tak Cukup untuk Menaklukkan Liga Champions

Ia menilai Inter saat ini seperti dihantui ketakutan kolektif akan kemungkinan mengakhiri musim tanpa trofi seperti musim lalu.

Sebuah tekanan psikologis yang, jika tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak serius pada performa tim.

Menurut Condò, dibanding musim lalu ketika Inter tampil lebih lepas dan penuh keyakinan, pendekatan musim ini terasa berbeda.

Ada kesan bahwa tim terlalu memikirkan hasil akhir, terlalu fokus pada apa yang bisa hilang, bukan pada bagaimana cara meraihnya.

“Paranoia tidak memenangkan apa pun” tulis Condo yang mencerminkan situasi Inter saat ini.

Condo menjelaskan bagaimana dalam sepak bola modern, perubahan situasi bisa terjadi sangat cepat.

Dalam hitungan hari, posisi klasemen dapat bergeser, jarak poin melebar atau menyempit, dan tekanan publik meningkat drastis.

Baca Juga:Sandro Sabatini: Inter Tersingkir dari Liga Champions dengan Cara yang Sangat BurukHubungan dengan Ibrahimovic Mulai Renggang, Allegri Siap Tinggalkan AC Milan

Inter merasakan langsung dinamika itu. Dari posisi yang terlihat stabil, mereka mendadak berada dalam pusaran keraguan setelah kegagalan di Eropa.

Persaingan domestik pun tidak memberi ruang bernapas. Rival sekota seperti AC Milan terus membayangi, sementara tim-tim papan atas lain menjaga konsistensi.

Dalam kondisi seperti ini, ketenangan menjadi faktor krusial.

Condò menegaskan bahwa persoalan Inter bukan semata soal kualitas teknis. Skuad mereka tetap kompetitif, dengan kedalaman yang memungkinkan rotasi di berbagai kompetisi.

Namun tekanan mental—ketakutan akan kegagalan total—bisa memengaruhi keputusan di momen-momen penting: mulai dari strategi pelatih, pilihan rotasi, hingga keberanian pemain mengambil risiko di lapangan.

Beberapa laga besar musim ini menunjukkan gejala tersebut. Inter kerap bermain solid secara struktur, tetapi kurang tajam dan kurang berani ketika dibutuhkan sentuhan ekstra.

Permainan yang terlalu berhati-hati justru membuat mereka kehilangan momentum.

0 Komentar