Sebelumnya, Radar Tasikmalaya memberitakan video tumpukan bingkisan makanan dan minuman yang diduga direkam di salah satu ruang kerja ASN Bapelitbangda Kota Tasikmalaya.
Video tersebut menuai sorotan karena muncul di tengah kampanye efisiensi anggaran dan imbauan kesederhanaan aparatur, terutama menjelang Ramadan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri telah mengklarifikasi bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang dibuat sekitar setahun lalu dalam rangka tukar kado antarpegawai.
Baca Juga:Video Unboxing Bapelitbangda Kota Tasikmalaya Dihapus, Sensitivitas Dipertanyakan!Tasikmalaya Kaget, Lagi!
Namun, polemik belum sepenuhnya padam karena publik lebih menyoroti soal sensitivitas sosial dan etika aparatur di ruang publik.
Kini, bukan hanya video hampers yang diperdebatkan, tetapi juga sikap para akun yang membela dengan nada seragam.
Di mata sebagian warganet, ini bukan sekadar komentar, melainkan potret baru: ketika ASN tak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga berjaga di kolom komentar.
Di era kamera ponsel dan tangkapan layar, satu video bisa jadi simbol, dan satu komentar bisa jadi peluru.
Kota Tasikmalaya pun kembali belajar, bahwa ruang publik hari ini bukan hanya jalan dan kantor, tetapi juga timeline Facebook. (red)
