Keunggulan awal yang tidak dikelola dengan baik membuat perjalanan mereka menjadi lebih terjal dari seharusnya.
Kini fokus sepenuhnya tertuju pada Serie A. Secara matematis, keunggulan 10 poin di puncak klasemen memang memberi ruang aman.
Namun Sacchi mengingatkan bahwa kekecewaan akibat tersingkir di Eropa bisa menggerogoti mental tim.
Baca Juga:Inter Kehilangan Pemasukan Rp1 Triliun Usai Tersingkir dari Liga Champions, 3 Pemain Terancam DijualLini Depan Mandul, AC Milan Dilarang Duetkan Leao-Pulisic
Rasa frustrasi, jika tak segera diatasi, berpotensi mengganggu konsistensi performa dalam laga-laga penentuan.
“Keunggulan itu memang tidak terlihat terlalu sulit untuk dipertahankan, melihat performa para pesaing. Tetapi kepahitan karena tersingkir bisa membayangi sisa perjalanan musim,” tulis Sacchi.
Interjelas masih favorit kuat meraih scudetto, tetapi bayang-bayang kegagalan di Liga Champions menjadi ujian mental berikutnya.
Jika mampu bangkit dan menjaga fokus, trofi domestik tetap dalam genggaman. Namun jika luka Eropa terlalu dalam, peluang emas itu bisa saja tergelincir di garis akhir.
