Arrigo Sacchi: Tersingkir dari Liga Champions Ganggu Peluang Inter Raih Scudetto

Arrigo Sacchi
Arrigo Sacchi Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan menyakitkan dari Bodo/Glimt di babak playoff Liga Champions tak hanya memupus ambisi Eropa Inter, tetapi juga berpotensi memengaruhi perburuan gelar domestik.

Mantan pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, menilai dampak psikologis dari kegagalan tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi langkah Nerazzurri menuju scudetto.

Dalam analisanya di La Gazzetta dello Sport, Sacchi mengakui bahwa sebelum pertandingan ia meyakini Inter memiliki semua modal untuk lolos.

Ada tiga alasan utama yang mendasari keyakinannya.

Baca Juga:Inter Kehilangan Pemasukan Rp1 Triliun Usai Tersingkir dari Liga Champions, 3 Pemain Terancam DijualLini Depan Mandul, AC Milan Dilarang Duetkan Leao-Pulisic

Pertama, superioritas teknis Inter dibandingkan wakil Norwegia tersebut. Pada leg pertama, menurutnya, Bodo/Glimt banyak terbantu oleh faktor kandang—mulai dari lapangan sintetis hingga cuaca dingin ekstrem—yang menyulitkan permainan tim tamu.

Kedua, Inter tengah berada dalam tren positif di kompetisi domestik. Tim asuhan Cristian Chivu memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin atas rival sekota, AC Milan.

Margin tersebut dianggap sebagai bukti stabilitas performa dan mentalitas juara yang sedang terbangun.

Ketiga, faktor San Siro. Sacchi menekankan bahwa atmosfer stadion kebanggaan Inter kerap menjadi “pemain ke-12” dalam laga-laga besar Eropa.

Dukungan publik diyakini mampu mendorong energi tambahan saat situasi sulit.

Namun sepak bola, kata Sacchi, sering ditentukan oleh detail kecil. Inter sejatinya tampil cukup baik di babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang emas.

Jika mampu unggul sebelum turun minum, cerita mungkin akan berbeda. Sayangnya, beberapa menit setelah jeda, Bodo/Glimt mencetak gol lewat satu peluang bersih pertama mereka.

Kesalahan individu menjadi titik balik. Di level tertinggi seperti Liga Champions, kelengahan sekecil apa pun bisa berujung fatal.

Baca Juga:Jurnalis Italia: Inter Dihantui Kutukan Musim Tanpa GelarInter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Ini Kata Legenda AC Milan

Inter yang sebelumnya dominan justru kehilangan ketenangan setelah tertinggal. Gol kedua lawan menjadi pukulan telak yang membuat situasi kian sulit.

Meski gol balasan dari Alessandro Bastoni sempat menghidupkan harapan, kebutuhan mencetak tiga gol dalam waktu singkat untuk memaksakan perpanjangan waktu menjadi misi nyaris mustahil.

Sacchi menilai kegagalan ini sebenarnya sudah dipicu sejak fase awal kompetisi.

Setelah sempat mencatat empat kemenangan beruntun, Inter justru terpeleset dalam tiga laga berikutnya dan baru memastikan tiket playoff di laga terakhir.

0 Komentar