RADARTASIK.ID – Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, menjadi sorotan tajam di China setelah unggahan media sosialnya dianggap menyinggung komunitas Asia.
Pemain berusia 20 tahun yang juga pernah membela Juventus itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka untuk meredam kontroversi yang terlanjur meluas.
Huijsen, yang kini memperkuat tim nasional Spanyol, sempat mengunggah ulang sebuah gambar di akun Instagram pribadinya.
Baca Juga:Joan Laporta: Barcelona Tolak Tawaran Rp4,25 Triliun dari PSG untuk Lamine YamalMantan Pelatih AC Milan: Penghargaan Perdamaian untuk Trump Aib Bagi Sepakbola
Unggahan tersebut memuat foto seorang pria Asia disertai komentar-komentar dari pengguna lain yang dinilai bernada menghina dan berkonotasi rasis.
Meski postingan itu kemudian dihapus, tangkapan layar sudah lebih dulu beredar luas di media sosial China dan memicu gelombang kritik.
Banyak warganet Tiongkok menilai konten tersebut tidak sensitif dan menyakitkan.
Beberapa komentar yang muncul dalam unggahan itu bahkan disebut sangat merendahkan, sehingga memicu kemarahan publik.
Reaksi negatif pun datang dengan cepat, menjadikan nama Huijsen trending di berbagai platform lokal.
Permintaan Maaf Lewat Weibo
Untuk meredakan situasi, Huijsen memilih menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun resmi Real Madrid di Weibo—platform media sosial terbesar di China dengan lebih dari 582 juta pengguna aktif bulanan.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya di Tiongkok,” tulis Huijsen dalam pernyataan tersebut.
“Sebelumnya saya tanpa sengaja membagikan ulang konten yang berisi pesan-pesan yang menyinggung. Ini benar-benar tidak disengaja, dan saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” lanjutnya.
Baca Juga:Tersingkir dari Liga Champions: Inter, Atalanta dan Juventus Kehilangan Dana Segar Rp561 MiliarPelatih Bodo/Glimt Minta Inter Milan Tak Sibuk Cari Alasan kalau Kalah
Meski disampaikan relatif cepat, permintaan maaf itu belum sepenuhnya meredakan kekecewaan.
Sebagian penggemar mempertanyakan mengapa klarifikasi tersebut hanya dipublikasikan di Weibo dan tidak diunggah secara serentak di seluruh akun media sosial resmi klub maupun pemain.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa langkah tersebut lebih bersifat strategis demi menjaga kepentingan komersial klub di Asia ketimbang murni refleksi pribadi.
Menariknya, kasus ini datang pada momen yang sensitif bagi Real Madrid.
Klub ibu kota Spanyol tersebut memiliki basis penggemar besar di Asia dan menjadikan kawasan itu sebagai pasar penting dalam strategi pertumbuhan global mereka.
