Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor Unsil 2026–2030: Aripin, Asep Suryana, dan Ade Rustiana

tiga calon rektor Unsil periode 2026–2030 di Kota Tasikmalaya
Suasana adu visi misi dan program kerja para bakal calon rektor periode 2026–2030, Selasa (24/2/2026) siang di Auditorium Lantai III Gedung Rektorat Kampus II. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Sidang Terbuka Senat Universitas Siliwangi (Unsil) menjadi arena adu visi misi dan program kerja para bakal calon rektor periode 2026–2030, Selasa (24/2/2026) siang, di Auditorium Lantai III Gedung Rektorat Kampus II.

Delapan nama sempat terdaftar, namun satu mengundurkan diri. Tujuh kandidat tersisa memaparkan visi dan misi dengan satu benang merah: Unsil harus unggul, berdampak, dan tetap bernafaskan nilai-nilai Siliwangi.

Daftar bakal calon rektor yang tampil sesuai nomor urut:

1. Dr. Ade Rustiana, Drs., M.Si.

2. Dr. Iman Hilman, M.Pd.

3. Dr. Nana, M.Pd.

4. (mengundurkan diri)

5. Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok, M.Ag.

6. Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si.

7. Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes.

8. Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng.

Rektor Unsil periode 2022–2026, Nundang Busaeri, menyebut kampus kini berada di fase kemajuan signifikan setelah meraih akreditasi institusi unggul.

Baca Juga:Kota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-VotingRSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Lebih Baik Disewakan daripada Jadi Museum karena Ventilator

“Ini bukan garis finish, tapi amanah besar untuk menjaga kepercayaan publik dan mempercepat internasionalisasi serta inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Ia mencontohkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang 10 dari 11 program studi telah terakreditasi unggul. Unsil juga mencatatkan opini WTP, penguatan transparansi informasi publik, serta peningkatan publikasi ilmiah.

Menurutnya, capaian itu harus menjadi pondasi kepemimpinan baru. “Kami berharap bakal calon rektor menyampaikan visi yang berkelanjutan dan transformatif. Bukan sekadar ganti slogan,” katanya.

Ketua Senat Unsil, Deden Mulyana, menjelaskan mekanisme penetapan calon rektor dari bakal calon dilakukan melalui penilaian visi-misi, sidang tertutup, hingga proses penyaringan.

“Prinsipnya musyawarah mufakat lebih dulu. Kalau tidak tercapai, baru dilakukan pemungutan suara dari 35 anggota senat,” tuturnya.

Ia menegaskan tidak ada intervensi dari kementerian. Tim kementerian hanya hadir sebagai saksi tanpa hak suara. “Kami punya kisi-kisi penilaian visi-misi, tapi itu internal senat,” katanya.

Para Kandidat: Dari Kampus Budaya hingga Green Campus

Ade Rustiana mengusung visi Unsil unggul, berkarakter kuat, dan berdaya saing global dengan sembilan misi, mulai dari tata kelola unggul, pendidikan berkualitas, riset berdampak, hingga kampus sebagai laboratorium budaya.

0 Komentar