“Bermain di San Siro adalah hadiah, tetapi kami harus siap memanfaatkannya. Di leg pertama kami mampu mengontrol akhir pertandingan dengan baik dan dalam hal itu kami sudah berkembang,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Knutsen juga mengungkapkan bahwa filosofi permainannya banyak terinspirasi dari Jurgen Klopp saat menangani Liverpool FC.
Bahkan, ia mengaku sempat menerima pujian langsung dari Klopp atas perkembangan timnya dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga:Laporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 MiliarMedia Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan Wasit
“Kami memiliki ide sepak bola yang kuat dan intens. Kami terinspirasi dari Liverpool-nya Klopp. Dalam beberapa pekan terakhir saya menerima pujian darinya,” ungkap Knutsen.
Musim ini Bodo/Glimt memang tampil mengejutkan di Eropa, termasuk meraih kemenangan prestisius atas Manchester City dan Atletico Madrid.
Knutsen menilai keberhasilan itu tak lepas dari kerja kolektif dan mentalitas rendah hati yang terus dijaga timnya.
“Ada pemain-pemain yang ingin datang ke sini. Ini memang bukan kota besar, tetapi di sini Anda bisa belajar bermain sepak bola. Kami tetap rendah hati,” pungkasnya.
Dengan keunggulan agregat dan kepercayaan diri tinggi, Bodo/Glimt siap memberi perlawanan serius di San Siro.
Sementara itu, Inter dituntut membuktikan bahwa fokus mereka bukan sibuk cari alasan, melainkan dengan membalikan keadaan di atas lapangan.
