RADARTASIK.ID – Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, melontarkan respons tegas terhadap keluhan kubu Inter Milan jelang leg kedua playoff UEFA Champions League.
Menurutnya, membicarakan kondisi di luar sepak bola bukanlah langkah yang cerdas.
Bodo/Glimt tengah bersiap menghadapi laga yang bisa mengukir sejarah klub.
Baca Juga:Laporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 MiliarMedia Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan Wasit
Setelah menang 3-1 di kandang pekan lalu, tim asal Norwegia itu akan bertandang ke San Siro dengan satu misi besar: mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Di skuad Bodo/Glimt terdapat pula mantan pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, yang tentu tak asing dengan atmosfer sepak bola Italia.
Seperti diketahui, laga pertama tak hanya menyajikan kejutan di papan skor, tetapi juga memicu polemik.
Inter sempat menyoroti kondisi lapangan sintetis di Bodo yang disebut tidak ideal untuk melakoni duel sekelas Liga Champions.
Sebagian permukaan lapangan dikabarkan mengalami kerusakan dan terdapat kerusakan di sisi sayap akibat penggunaan alat berat untuk membersihkan salju beberapa hari sebelumnya.
Menanggapi kritik tersebut, Knutsen memberikan jawaban bernada tajam dalam konferensi pers jelang pertandingan.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa soal itu. Bagi saya, kami harus fokus pada hal-hal yang bisa kami kontrol. Manchester City tidak pernah menyebut kondisi lapangan, dan kami juga tidak terbiasa bermain di San Siro,” ujarnya dikutip dari Calciomercato.
Baca Juga:Diego Simeone Setuju Pindah ke Inter Milan Musim DepanAllegri yang Penakut dan Bursa Transfer yang Buruk Buat AC Milan Sulit Menang
Ia menambahkan bahwa terlalu banyak membicarakan faktor eksternal justru menunjukkan sikap yang kurang tepat.
“Menurut saya tidak bijak jika seseorang berbicara soal konteks lain selain sepak bola. Apa yang dilakukan orang lain tidak penting bagi saya,” tegasnya.
Meski unggul agregat, Knutsen memastikan timnya tidak akan bermain terlalu defensif di Milan dan menekankan pentingnya menjaga identitas permainan menyerang mereka.
“Kami tidak boleh hanya bertahan. Kami tidak boleh berpikir tentang hasil leg pertama. Kami harus bermain seolah-olah skor masih 0-0. Jangan terlalu rendah garis pertahanan dan jangan terlalu defensif,” katanya.
Bermain di San Siro diakui sebagai pengalaman istimewa bagi klub sekelas Bodo/Glimt. Namun Knutsen menegaskan bahwa timnya datang bukan sekadar menikmati suasana.
