TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Setelah sempat “ikut puasa” hampir dua pekan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Condong, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, kembali berjalan.
Pada Senin (23/2/2026), pihak sekolah menerima kembali kiriman MBG untuk para siswa.
PIC Dapur SPPG Setianegara 1, Poppy Alawiyah, memastikan distribusi sudah aktif kembali setelah persoalan administratif rampung.
Baca Juga:Isu Rekanan Dekat Penguasa Dispesialkan Menguat, KNPI Desak Transparansi Pencairan Dana P1 Kota TasikmalayaDiky Candra dan KDM Jadi Dalang Dadakan di Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya
“Hari ini sudah mulai berjalan lagi. Kepala SPPG yang dari Medan sudah datang dan sudah aktif. Jadi distribusi sudah bisa dilaksanakan kembali,” ujar Poppy saat dikonfirmasi.
Ia meluruskan anggapan bahwa MBG berhenti selama tiga pekan penuh.
Menurutnya, masa tanpa distribusi tidak sampai tiga minggu karena sebagian masuk periode libur nasional.
“Sebetulnya bukan tiga pekan. Itu sekitar dua minggu kurang satu hari. Karena tanggal 2 Februari kami masih distribusi. Setelah itu ada arahan untuk berhenti sementara,” katanya.
Selama bulan Ramadan, pola distribusi MBG juga mengalami penyesuaian. MBG tidak dibagikan setiap hari, melainkan dua kali dalam sepekan dengan sistem paket rapelan.
“Distribusi dilakukan dua kali seminggu, biasanya Senin dan Kamis. Satu paket itu untuk beberapa hari, bukan untuk satu hari saja. Jadi orang tua harus paham, ini rapelan untuk Senin sampai beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Menu yang dibagikan selama Ramadan berupa makanan kering atau makanan yang lebih tahan lama.
“Yang dibagikan sekarang makanan yang tahan lama. Prinsipnya tetap dua kali seminggu, tentatif sesuai kondisi dapur,” tambah Poppy.
Baca Juga:Ramai Kabar Pilih Kasih Pencairan P1 di Kota Tasikmalaya, Tedi: Saya Berani Bersumpah, Tidak Ada hal itu Bikin Geger Penghuni Rumah, Biawak Nyelonong ke Rumah Warga Kota Tasikmalaya
Poppy juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat soal nilai anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi. Ia menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan ketentuan resmi.
“Bukan Rp15.000. Untuk porsi kecil Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000,” katanya.
Porsi kecil diperuntukkan bagi RA, PAUD, TK, serta siswa SD kelas 1–3. Sedangkan porsi besar untuk siswa SD kelas 4–6, SMP, hingga SMA sederajat.
“Jadi mau makanan basah atau kering tetap nilainya Rp8.000 atau Rp10.000 sesuai kategori. Kalau dirapel bisa jadi Rp24.000, tapi itu untuk beberapa hari, bukan satu kali makan,” jelasnya.
