RADARTASIK.ID – Mantan pelatih AC Milan, Paulo Fonseca, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah keputusan FIFA dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam wawancara bersama L’Equipe, pelatih yang kini menangani Olympique Lyonnais itu menilai sepak bola sedang kehilangan arah moralnya.
Fonseca saat ini tengah menjalani musim penting di Ligue 1. Lyon yang ia tangani masih bersaing ketat untuk memperebutkan tiket ke Liga Champions.
Baca Juga:Pelatih Bodo/Glimt Minta Inter Milan Tak Sibuk Cari Alasan kalau KalahLaporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 Miliar
Namun di luar lapangan, pelatih asal Portugal tersebut dikenal vokal dalam isu-isu geopolitik, terutama yang berkaitan dengan perang di Ukraina—negara yang memiliki ikatan personal dengannya karena sang pasangan berasal dari sana.
Dalam wawancara tersebut, Fonseca secara terbuka mengkritik FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, terkait sejumlah kebijakan, termasuk pemberian penghargaan perdamaian kepada Donald Trump.
Fonseca juga menyinggung kemungkinan dibukanya kembali pintu bagi Rusia untuk tampil di kompetisi internasional.
Baginya, hal tersebut tidak adil jika melihat kondisi Ukraina saat ini.
“Apakah kami akan bermain melawan Rusia di Moskow, sementara Ukraina tidak bisa bermain di wilayahnya sendiri? Negara yang diserang tidak bisa tampil di kandang dalam kompetisi Eropa, sementara Rusia bisa? Bagi saya itu tidak dapat diterima,” tegasnya.
Ia menilai sepak bola seharusnya menunjukkan sikap moral yang jelas, bukan justru memberi ruang bagi negara yang tengah menjadi agresor dalam konflik bersenjata.
Pernyataan paling keras Fonseca tertuju pada penghargaan perdamaian yang diberikan kepada Donald Trump oleh FIFA.
Baca Juga:Media Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan WasitDiego Simeone Setuju Pindah ke Inter Milan Musim Depan
Menurutnya, keputusan tersebut mencederai nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh sepak bola.
“Sepak bola memang tidak bisa menyelesaikan semua masalah dunia. Tetapi sepak bola bisa membantu membawa lebih banyak keadilan. Namun Presiden Infantino melakukan hal yang sama seperti Presiden Trump: mencari kepentingan ekonomi dan melupakan manusia,” ujarnya.
“Penghargaan perdamaian untuk Trump? Tahukah Anda apa yang saya rasakan ketika melihatnya? Malu. Ini sangat menyedihkan. Sepak bola tidak pantas mendapatkan ini,” kecam Fonseca tanpa ragu.
Fonseca juga menyoroti rencana Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat dan menyarankan sebaiknya turnamen sebesar itu berlangsung di tempat lain, setidaknya dalam situasi geopolitik saat ini.
