Di sana, ia bisa kembali bermain di tanah kelahiran dan menjadi pusat proyek ambisius Boca.
Kehadiran sahabat sekaligus kompatriotnya, Leandro Paredes, juga menjadi faktor pendorong.
Paredes dalam beberapa bulan terakhir secara terbuka mengakui telah berulang kali membujuk Dybala untuk bergabung.
Bagi Dybala, keputusan ini bukan sekadar soal kontrak. Ini tentang fase baru dalam kariernya.
Baca Juga:Unggah Foto yang Menyinggung di Instagram, Bek Real Madrid Minta Maaf ke Rakyat ChinaJoan Laporta: Barcelona Tolak Tawaran Rp4,25 Triliun dari PSG untuk Lamine Yamal
Di usia 32 tahun, ia harus memilih antara bertahan di Eropa dengan peran yang mungkin tak lagi sentral, atau kembali ke Argentina untuk menjadi ikon baru di liga domestik.
Roma kini berada di persimpangan. Melepas Dybala berarti kehilangan pemain dengan karisma dan kualitas kelas dunia.
Namun mempertahankannya dengan struktur gaji lama jelas menjadi risiko finansial.
Beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Jika tidak ada titik temu, laga-laga terakhir musim ini bisa menjadi momen perpisahan emosional antara Dybala dan publik Olimpico.
Satu hal yang pasti: masa depan La Joya sedang bergerak menuju babak baru, dan kemungkinan besar bab itu akan ditulis jauh dari Roma.
