Legenda Inter Ungkap Penyebab Kekalahan AC Milan dari Parma: Mereka Baru Tancap Gas di Babak Kedua

Giuseppe Bergomi
Giuseppe Bergomi Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan 0-1 yang diderita AC Milan dari Parma di San Siro terus memantik perdebatan.

Tak hanya soal kontroversi gol, tetapi juga pendekatan permainan Rossoneri yang dinilai kurang agresif sejak awal laga.

Legenda Inter Milan, Beppe Bergomi, memberikan analisis tajam terhadap performa Milan.

Baca Juga:AS Roma Hajar Cremonese 3-0, Ranieri: Friedkin Inginkan ScudettoAC Milan Ditumbangkan Parma di San Siro, Leao Sindir Wasit di Medsos

Berbicara di studio Sky Sport, Bergomi menilai kekalahan tersebut bukan sekadar soal momen, melainkan cerminan pola permainan yang sudah terlihat sejak awal musim.

“Milan sepanjang musim bermain seperti ini. Di babak pertama mereka tidak menekan dengan intensitas tinggi,” ujar Bergomi.

Menurutnya, pendekatan yang terlalu berhati-hati membuat Milan kesulitan membangun tekanan sejak menit awal.

Ia juga menyoroti penggunaan dua penyerang yang dinilai tidak memberikan titik referensi jelas bagi permainan tim.

Situasi itu membuat alur serangan kerap terputus dan memudahkan lawan mengatur blok pertahanan.

“Sering kali itu membuat pertandingan menjadi sulit bagi mereka sendiri,” lanjutnya.

Bergomi menilai Milan baru menunjukkan urgensi dan peningkatan tempo setelah turun minum.

Baca Juga:Agen Bantah Zeki Celik Membelot ke Juventus: Ia Sangat Menghormati AS RomaAllegri Menginginkan Moise Kean, AC Milan Siap Korbankan Francesco Camarda

Di babak kedua, barulah intensitas permainan meningkat dan tekanan ke pertahanan Parma terasa lebih nyata.

“Kemudian di babak kedua mereka meningkatkan tempo,” ucap Bergomi.

Salah satu peluang terbaik hadir lewat sepakan Rafael Leao yang membentur tiang gawang.

Namun, menurut Bergomi, sepak bola kerap ditentukan oleh detail kecil.

“Saya melihat statistiknya, Parma hampir tidak punya peluang mencetak goal. Tapi pertandingan seperti ini ditentukan oleh momen,” katanya.

Gol tunggal Parma lahir dari situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh lini belakang Milan.

Ia juga menambahkan bahwa dengan kualitas skuad yang dimiliki, Milan sebenarnya punya kapasitas untuk mengambil inisiatif sejak awal laga, bukan justru menunggu pertandingan berkembang.

“Dengan pemain yang mereka miliki, Milan bisa membalik prinsip permainan. Tapi mereka justru menunggu jalannya laga,” ulasnya.

Selama ini, pendekatan tersebut memang masih membuahkan hasil positif.

Milan sempat mencatat rangkaian panjang tanpa kekalahan dan tetap berada dalam jalur persaingan papan atas.

0 Komentar