“Harusnya tiap hari ini hidup. Tidak hanya acara formal. Ini contoh bahwa kegiatan pemerintah juga bisa dikemas kreatif, tidak melulu pidato,” tambahnya.
Deddy menegaskan Musrenbang kali ini merupakan tahap kedua setelah pembahasan substansi program sebelumnya.
Fokusnya kini adalah memilah usulan prioritas untuk program tahun 2027 agar selaras dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Ramai Kabar Pilih Kasih Pencairan P1 di Kota Tasikmalaya, Tedi: Saya Berani Bersumpah, Tidak Ada hal itu Bikin Geger Penghuni Rumah, Biawak Nyelonong ke Rumah Warga Kota Tasikmalaya
“Sekarang tinggal bagaimana kita laporkan skala prioritasnya. Budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif harus jalan seiring, bukan hanya jadi lampiran proposal,” jelasnya.
Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya pun menjadi contoh bahwa perencanaan bisa dibuka dengan wayang, bukan hanya dengan kata-kata.
Sindirannya jelas: kalau budaya sudah turun panggung, masa pemerintah masih naik podium berwacana. (rezza rizaldi)
