RADARTASIK.ID – Kritik tajam mengarah ke tubuh AC Milan setelah kekalahan menyakitkan dari Parma.
Jurnalis Italia, Andrea Longoni, secara blak-blakan menyebut Rossoneri kehilangan kesempatan emas untuk mengunci persaingan papan atas dan menilai pendekatan Massimiliano Allegri terlalu penakut.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Longoni menyoroti bahwa laga kontra Parma seharusnya menjadi momentum penting.
Baca Juga:Media Italia: Spalletti dan Comolli Terancam Dipecat Jika Juventus Gagal Finis Empat BesarGian Piero Gasperini: Duel Lawan Juventus Bukan Penentu Langkah AS Roma ke Liga Champions
Jika menang, Milan bisa unggul tujuh poin atas Napoli dan sebelas poin dari Juventus dalam perebutan zona Liga Champions.
Namun yang terjadi justru sebaliknya: peluang emas itu terbuang percuma.
Longoni meminta publik mengesampingkan kontroversi wasit dan fokus pada performa di lapangan.
Menurutnya, Milan memang layak menang jika melihat statistik dan penguasaan bola, tetapi mereka tidak pernah benar-benar menunjukkan dominasi yang meyakinkan.
“Rossoneri terlalu lemah untuk benar-benar mengunci pertandingan,” tulisnya.
Milan menguasai bola, tetapi serangan mereka minim daya ledak. Umpan-umpan berputar tanpa arah jelas dan sulit menembus blok pertahanan lawan.
Perbandingan dengan rival sekota, Inter Milan, pun tak terhindarkan. Nerazzurri dinilai memiliki mentalitas dan ketajaman berbeda.
Setiap kali menyerang, Inter memberi kesan mampu mencetak gol. Sebaliknya, Milan kerap terlihat ragu-ragu dan tumpul di sepertiga akhir lapangan.
Tak hanya soal taktik, Longoni juga mengkritik kebijakan transfer klub. Ia menilai departemen perekrutan pemain perlu dirombak hampir total pada musim panas mendatang.
Baca Juga:Luca Marelli: Gol Parma ke Gawang AC Milan Tidak SahLegenda Inter Ungkap Penyebab Kekalahan AC Milan dari Parma: Mereka Baru Tancap Gas di Babak Kedua
Beberapa pemain tampil di bawah ekspektasi, sementara struktur skuad dinilai kurang seimbang—jauh berbeda dibandingkan Inter yang dinilainya lebih solid dan terencana.
“Musim panas nanti harus ada revolusi,” tegasnya dan menyebut bursa transfer Milan tidak cukup cemerlang untuk mendukung ambisi besar klub.
Dari sisi taktis, Allegri dianggap kurang berani mengambil risiko.
Milan memulai laga dengan pendekatan 3-5-2, tetapi ketika Parma tak menunjukkan ancaman berarti, perubahan strategi dinilai datang terlalu lambat.
Keputusan memasukkan tiga penyerang sekaligus baru pada menit ke-85 disebut sebagai langkah yang sangat terlambat.
“Kita perlu sedikit lebih berani,” tulis Longoni dan menilai tanggung jawab atas kegagalan ini tidak hanya berada di pundak pemain, tetapi juga pelatih dan manajemen yang menyusun skuad.
