RADARTASIK.ID – Kejutan besar terjadi di San Siro. AC Milan harus menelan kekalahan pahit 0-1 dari Parma dalam laga yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.
Gol tunggal Troilo pada menit ke-84 menjadi penentu kemenangan tim tamu sekaligus mengakhiri laju impresif Rossoneri di Serie A.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Milan. Selain memutus rekor 24 pertandingan liga tanpa kekalahan, kekalahan tersebut juga membuat jarak mereka dengan Inter Milan di puncak klasemen melebar menjadi 10 poin.
Baca Juga:Agen Bantah Zeki Celik Membelot ke Juventus: Ia Sangat Menghormati AS RomaAllegri Menginginkan Moise Kean, AC Milan Siap Korbankan Francesco Camarda
Dalam fase krusial perburuan Scudetto, kehilangan poin di kandang sendiri jelas menjadi pukulan telak.
Sejak awal pertandingan, Milan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, rapatnya pertahanan Parma yang digalang anak asuh Cuesta membuat tuan rumah frustrasi.
Christian Pulisic beberapa kali mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, sementara Rafael Leao sempat membentur tiang gawang di babak kedua.
Sayangnya, tak satu pun peluang itu berbuah gol.
Drama terjadi di menit ke-84. Berawal dari sepak pojok Parma, Troilo melompat lebih tinggi dari Bartesaghi dan menanduk bola ke gawang yang dikawal Mike Maignan.
Wasit Marco Piccinini sempat menganulir gol tersebut karena menganggap ada pelanggaran Valenti terhadap Maignan.
Namun, keputusan berubah setelah tinjauan VAR yang cukup lama.
Dalam pengumuman resminya, Piccinini menyatakan bahwa pemain nomor 5 Parma tidak melakukan pelanggaran terhadap Maignan dan gol dinyatakan sah.
Keputusan inilah yang memicu kemarahan kubu Rossoneri.
Banyak pemain Milan menilai ada kontak yang menghalangi Maignan untuk bergerak bebas, bahkan terjadi benturan lain dengan Bartesaghi saat duel udara.
Baca Juga:Percaya Takhayul, Wakil PM Italia Penggemar AC Milan Yakin Derby della Madonnina Bakal Dimenangkan InterPunya Mental Juara, Manchester City Dirediksi Pupuskan Impian Arsenal Sabet Gelar Liga Inggris
Situasi ini mengingatkan publik pada insiden serupa saat Milan menghadapi Sassuolo di stadion yang sama, ketika gol mereka dianulir akibat pelanggaran yang dinilai kontroversial.
Kekalahan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang rasa ketidakadilan yang dirasakan para pemain dan Leao menjadi sosok yang paling menunjukkan emosinya.
Setelah peluit panjang berbunyi, pemain bernomor punggung 10 itu langsung berjalan menuju ruang ganti tanpa berjabat tangan dengan lawan maupun perangkat pertandingan.
Tak berhenti di lapangan, kekecewaan Leao berlanjut ke media sosial.
