“Isu-isu dan demo itu muncul karena komunikasi tidak berjalan baik. Harus ada perbaikan pola komunikasi secepatnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya mengumumkan hasil E-SKM dengan skor 84,14 persen dan mengklaim tingkat kepuasan masyarakat tergolong tinggi.
Survei itu disusun oleh Bagian Organisasi Pemkot melalui format digital dan kuesioner manual.
Baca Juga:COD Miras Terbongkar saat Patroli Ramadan di Kota TasikmalayaAI Jaga Kualitas Air Kolam Gurame di Desa Wargakerta, Tim Riset Universitas Mayasari Bakti Turun Tangan
Menanggapi angka tersebut, Wahid mengingatkan agar pemerintah tidak terbuai oleh data internal.
“Kalau ingin benar-benar tahu kepuasan masyarakat, jangan tanya diri sendiri. Tanya publik lewat lembaga independen. Biar cerminnya jujur, bukan kaca etalase,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
