“Harapannya bukan hanya produktivitas ikan meningkat, tapi juga literasi digital warga ikut naik. Desa tidak lagi hanya objek teknologi, tapi bisa jadi pusat inovasi,” harap Asep.
Secara ekonomi, teknologi ini diharapkan menekan angka kematian ikan, mengurangi kerugian pembudidaya, serta meningkatkan efisiensi pemantauan kolam.
Model Smart Aquaculture Village yang dikembangkan juga dinilai sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor perikanan dan ekosistem air.
Baca Juga:1 Maret 2026, Scooter Tasikmalaya Club Berbagi Bareng 100 Anak Yatim dan Jompo!Kadis Kesehatan Versus Ventilator!
“Inovasi ini sederhana tapi berdampak. Yang kami jaga bukan cuma data, tapi ‘napas’ ikan gurame dan keberlangsungan hidup masyarakat,” pungkas Asep. (Rezza Rizaldi)
