TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Budidaya ikan gurame di Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, kini mendapat sentuhan teknologi kecerdasan buatan.
Tim Riset Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti mengembangkan sistem pemantauan kualitas air kolam berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk menekan risiko kematian ikan akibat perubahan lingkungan yang tidak terdeteksi.
Anggota Tim Riset Informatika Universitas Mayasari Bakti, Asep Suhendar, mengatakan inovasi ini berangkat dari persoalan klasik yang dialami para pembudidaya gurame di Desa Wargakerta.
Baca Juga:1 Maret 2026, Scooter Tasikmalaya Club Berbagi Bareng 100 Anak Yatim dan Jompo!Kadis Kesehatan Versus Ventilator!
“Selama ini petani ikan masih mengandalkan intuisi melihat warna air atau merasakan suhu dengan tangan. Padahal perubahan pH, oksigen, dan suhu bisa terjadi cepat dan tidak kasat mata. Jika terlambat ditangani, ikan bisa stres bahkan mati massal,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Asep, pada musim kemarau tingkat kematian ikan gurame di wilayah tersebut bisa mencapai lebih dari 25 persen.
Kondisi itu mendorong tim dosen dan mahasiswa Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti merancang sistem pemantauan otomatis berbasis sensor dan kecerdasan buatan.
Sistem tersebut menggunakan sejumlah sensor yang dipasang di kolam untuk mengukur derajat keasaman (pH), suhu air, oksigen terlarut (DO), dan total zat terlarut (TDS).
Data dikirimkan melalui perangkat NodeMCU ESP8266 ke server berbasis cloud dan bisa dipantau secara real time lewat ponsel pembudidaya.
“Kolam sekarang seolah bisa ‘bicara’. Kalau oksigen turun atau suhu naik tidak normal, sistem langsung memberi peringatan ke ponsel petani lengkap dengan rekomendasi tindakan,” kata Asep.
Ia menegaskan, kecerdasan buatan dalam sistem ini tidak dimaksudkan menggantikan peran manusia. AI hanya berfungsi sebagai asisten cerdas agar petani lebih cepat mengambil keputusan.
Baca Juga:Hasil Survei Tingkat Kepuasan Warga Kota Tasikmalaya DipertanyakanSiswa MAN 1 Tasikmalaya Sabet Medali Perunggu di Olimpiade Fisika Nasional 2026
Dalam pengembangannya, dosen berperan merancang arsitektur sistem dan algoritma machine learning, sementara mahasiswa terlibat langsung dalam perakitan perangkat, pemrograman, hingga pelatihan penggunaan alat kepada warga.
Pendekatan partisipatif juga diterapkan agar masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi ikut memahami teknologi.
Dari proses itu, terbentuk kelompok pemuda desa yang dilatih sebagai Digital Talent Pool Desa untuk membantu pengoperasian dan perawatan sistem.
