JAKARTA, RADARTASIK.ID – Publik nasional belakangan dihebohkan bukan oleh sebuah peristiwa besar, melainkan oleh pernyataan bernada besar dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo terkait rencana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Wacana yang mencuat menyebut KDMP akan mengambil alih peran gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di desa serta kelurahan.
Isu ini bermula dari pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, sekitar tiga bulan lalu dalam rapat bersama Komisi V DPR RI. Saat itu, Yandri menyampaikan bahwa kebijakan penyisihan 30 persen Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih sudah tidak berlaku lagi.
Ia juga memastikan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak akan terdampak oleh pengembangan KDMP karena keduanya memiliki karakter usaha yang berbeda.
Baca Juga:Mahasiswa UMB Manfaatkan Teknologi AIoT untuk Tekan Kematian Ikan Gurame di Wargakerta Tasikmalaya1 Maret 2026, Scooter Tasikmalaya Club Berbagi Bareng 100 Anak Yatim dan Jompo!
Namun, Yandri turut menyoroti menjamurnya gerai Alfamart dan Indomaret hingga ke pelosok desa. Jaringan ritel modern milik Djoko Susanto dan Sinarman Jonathan itu dinilai perlu dibatasi karena dikhawatirkan menghambat pertumbuhan KDMP.
“Kalau kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomart (harus) distop. Tidak boleh lagi (pakai) OSS apa tadi. Saya kira pemerintah harus berpihak,” tandasnya.
Menurutnya, persaingan antara KDMP dan ritel berjaringan tersebut tidak seimbang karena kekuatan modal dan jaringan yang sudah sangat besar.
“(nanti) Kopdes jalan, Alfamart-Indomaret cukup sampai di situ. Alfamart sudah 20 ribu lebih (gerai). Sudah luar biasa merajalelanya,” katanya.
Wacana pembatasan itu kembali menguat setelah Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan pernyataan senada. Meski menegaskan tidak ada rencana menghentikan ekspansi ritel modern, pemerintah akan melakukan pengaturan, khususnya di desa dan kelurahan yang telah memiliki Koperasi Merah Putih.
“Iya sebaiknya desa jangan (ada) Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” katanya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Ferry menjelaskan pernyataannya merupakan respons atas kabar penghentian ekspansi ritel modern seiring beroperasinya Kopdes Merah Putih. Ia menekankan perlunya evaluasi terhadap perizinan ritel modern.
