TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dini hari belum sempat benar-benar terlelap, dua rumah warga di Jalan Empangsari Gang Malikasari RT 003/RW 007, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dilalap si jago merah, Sabtu (21/2/2025) sekitar pukul 03.47 WIB.
Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, menyebutkan kebakaran diduga kuat dipicu arus pendek pada charger handphone yang ditinggal terhubung dengan listrik.
“Api pertama kali diketahui berasal dari charger handphone yang korsleting, lalu merambat ke kasur dan cepat membesar,” kata Hendrik kepada radartasik.id.
Baca Juga:MBG Mandek Tiga Pekan di SD Condong Kota Tasikmalaya, Kata PIC Dapur SPPG: karena Pergantian KSPPGDitinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap Terkunci
Kedua rumah yang terbakar milik Yadi dan Jeri. Laporan pertama diterima petugas pada pukul 03.55 WIB.
Selang satu menit kemudian, Regu 3 Damkar Kota Tasikmalaya langsung meluncur ke lokasi dan tiba pukul 04.04 WIB dengan waktu respons sekitar delapan menit.
“Proses pemadaman dimulai pukul 04.03 WIB, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.35 WIB dan pendinginan selesai pukul 04.40 WIB,” ujarnya.
Sebanyak dua unit rumah terdampak dengan luas area terbakar sekitar 3 x 6 meter persegi.
Bagian belakang, kiri, dan kanan bangunan terdampak cukup parah. Tingkat kerusakan dikategorikan berat, sementara kerugian material masih dalam pendataan.
Dalam kejadian tersebut, terdapat dua kepala keluarga dengan total 10 jiwa. Satu orang dilaporkan mengalami luka bakar dan telah mendapat penanganan. Tidak ada korban jiwa.
Damkar Kota Tasikmalaya mengerahkan satu unit Fire Truck 04 dan satu unit Water Supply 05, dibantu Damkar Kabupaten Tasikmalaya.
Petugas melakukan pemadaman menyeluruh sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga:Riset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota TasikmalayaPlat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui Lalai
Hendrik mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik, khususnya charger ponsel yang kerap dianggap sepele.
“Charger itu kecil, tapi kalau korslet bisa jadi pemantik bencana. Jangan ditinggal saat tidur, apalagi dekat bahan mudah terbakar seperti kasur,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa api tak selalu lahir dari dapur atau lilin, tapi bisa muncul dari colokan yang dibiarkan bekerja sendirian di tengah malam.
Di Kota Tasikmalaya, charger HP pun bisa berubah jadi “alarm kebakaran” jika lengah. (rezza rizaldi)
