Lembur petugas, optimalisasi armada, dan koordinasi dengan pengelola TPA menjadi jurus cepat agar wajah kota tetap bersih dari aroma sisa buka puasa.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, DLH menyiapkan strategi struktural melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Hingga 2030, ditargetkan sekitar 15 unit TPS3R tersebar di berbagai wilayah. Berdasarkan kajian feasibility study (FS), kebutuhan hingga 2035 diproyeksikan mencapai 35 unit.
Baca Juga:MBG Mandek Tiga Pekan di SD Condong Kota Tasikmalaya, Kata PIC Dapur SPPG: karena Pergantian KSPPGDitinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap Terkunci
“Karena sampah itu seperti bunga bank, makin ke sini terus mekar. Kita upayakan dikurangi, tapi volumenya tetap naik seperti bola salju,” ujarnya.
Ia juga meluruskan persepsi publik tentang Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurutnya, TPA bukan sekadar lokasi buang sampah, melainkan tempat pemrosesan, lengkap dengan pusat pengolahan limbah dan sistem landfill yang harus dikelola sesuai standar lingkungan.
Dengan Ramadan sebagai momentum ujian kebersihan, Kota Tasikmalaya kini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga berusaha menahan laju sampah agar tak ikut berpesta. (ayu sabrina barokah)
