Punya Mental Juara, Manchester City Dirediksi Pupuskan Impian Arsenal Sabet Gelar Liga Inggris

Ilustrasi pemain Manchester City
Manchester City Foto: Tangkapan layar Instagram@mancity
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Persaingan gelar Premier League memasuki fase krusial meski Arsenal memang masih memimpin klasemen usai memetik dua hasil imbang beruntun.

Namun, banyak pengamat mulai meragukan ketangguhan mental The Gunners dalam duel panjang melawan Manchester City yang dikenal lebih berpengalaman dalam perburuan trofi.

Musim ini duel klasik kembali tersaji: Arsenal vs Manchester City. Mikel Arteta melawan mentornya, Pep Guardiola.

Baca Juga:Tolak Tawaran Gaji Rp34 Miliar dari AS Roma, Zeki Celik Pindah ke JuventusManuel Akanji Beri Sinyal Tinggalkan Inter Milan: “Banyak Tanda Tanya Soal Masa Depan Saya”

London kontra Manchester. Merah melawan biru. Sebuah atmosfer persaingan di liga paling kompetitif di dunia kembali memanas.

Saat ini Arsenal memimpin klasemen dengan 58 poin dari 27 laga. Catatan mereka impresif: 17 kemenangan, 7 imbang, dan hanya 3 kekalahan.

Produktivitas gol mencapai 52, dengan hanya 20 kali kebobolan yang menjadikan The Gunners salah satu tim paling atraktif di liga.

Namun grafik performa mulai menurun. Dua hasil imbang dalam lima laga terakhir, termasuk hasil mengejutkan melawan Wolverhampton setelah sempat tertinggal dua gol, serta kekalahan kandang dari Manchester United, menunjukkan Arsenal tidak lagi seganas sebelumnya.

Setelah hampir tujuh bulan tampil stabil, tekanan mulai terasa.

Jadwal berat pun menanti: derbi melawan Tottenham, kemudian menghadapi Chelsea, sebelum bentrok langsung dengan City di Etihad pada April, laga yang berpotensi menjadi penentu gelar.

Bagi tim muda seperti Arsenal, fase seperti ini sering kali menjadi ujian mental terbesar.

Sebaiknya, berbeda dengan Arsenal, City justru menunjukkan tanda kebangkitan.

Sempat kalah dalam derbi Manchester, pasukan Guardiola merespons dengan mengumpulkan 10 poin dari empat laga terakhir.

Baca Juga:FIGC Tolak Banding Juventus untuk Kalulu, Skorsing Comolli dan ChielliniFabregas Lolos dari Hukuman, Jurnalis Italia Akui AC Milan Diperlakukan Tidak Adil

Kemenangan penting atas Liverpool di Anfield lewat penalti Erling Haaland menjadi momentum emosional besar.

City kini mengoleksi 53 poin — terpaut lima angka dari Arsenal — namun masih menyimpan satu laga tunda. Artinya, jarak bisa menyusut menjadi hanya dua poin.

Statistik mereka pun tak kalah solid: 54 gol (terbanyak di liga) dan 24 kebobolan. Dalam situasi perburuan gelar seperti ini, pengalaman menjadi faktor pembeda.

City sudah terbiasa bermain di bawah tekanan. Mereka pernah melakukan comeback dramatis dalam perburuan gelar dan dua tahun lalu sukses menyalip Arsenal di fase akhir musim.

0 Komentar