Manuel Akanji Beri Sinyal Tinggalkan Inter Milan: “Banyak Tanda Tanya Soal Masa Depan Saya”

Manuel Akanji
Manuel Akanji Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Bek Inter Milan, Manuel Akanji, membuka peluang soal masa depannya untuk meninggalkan Italia.

Dalam wawancara bersama media Swiss, SRF, pemain bertahan asal Swiss itu berbicara jujur mengenai proses adaptasinya di Nerazzurri, alasan meninggalkan Manchester City, hingga kemungkinan hengkang lagi pada musim panas mendatang.

Didatangkan dengan ekspektasi tinggi, Akanji mengakui bahwa awal kedatangannya ke Inter tidak berjalan mudah.

Baca Juga:FIGC Tolak Banding Juventus untuk Kalulu, Skorsing Comolli dan ChielliniFabregas Lolos dari Hukuman, Jurnalis Italia Akui AC Milan Diperlakukan Tidak Adil

Ia harus beradaptasi cepat dengan lingkungan baru, kompetisi baru, serta dinamika ruang ganti yang berbeda.

“Soal adaptasi? Sekarang iya, saya sudah merasa nyaman. Tapi di awal itu sangat menegangkan karena semuanya terjadi di menit-menit terakhir,” ujar Akanji dikutip dari Calciomercato.

Bek berusia 30 tahun itu menegaskan bahwa keputusan pindah bukan hanya soal sepak bola. Keluarga menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah kariernya.

“Istri dan anak-anak saya adalah pusat dari segalanya. Untungnya, kami sudah membicarakan semuanya secara mendalam sebelumnya,” tambahnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kepindahannya ke Inter Milan bukan keputusan spontan.

Ada proses diskusi panjang sebelum akhirnya ia menerima tantangan baru di Serie A.

Akanji juga mengungkap latar belakang kepergiannya dari Manchester City dan menyebut situasi di lini belakang The Citizens menjadi faktor utama.

Baca Juga:Media Italia: Spalletti Sangat Terpukul Juventus Dibantai GalatasarayChivu Pusing Tujuh Keliling, Bodo/Glimt Buat Inter Milan Kehilangan 6 Pemain Andalan saat Lawan Lecce

“Manchester City tiba-tiba memiliki enam bek tengah yang semuanya dalam kondisi fit pada musim panas. Tapi hanya dua yang bisa bermain,” jelasnya.

Persaingan ketat membuat menit bermainnya terancam. Ketika ia tidak dimainkan di awal musim, Akanji mulai mempertimbangkan opsi lain bersama agennya.

“Saat saya tidak bermain di awal musim, saya mengevaluasi pilihan bersama agen saya. Klub sering menuntut loyalitas dari pemain, tetapi tidak selalu memberikan hal yang sama,” sesalnya.

“Karena itu, terkadang pemain harus membuat keputusan yang egois, yang tidak selalu dipahami oleh orang di luar klub,” tegasnya.

Pernyataan ini cukup tajam dan seolah menjadi sindiran terhadap kebijakan klub-klub besar yang kerap menumpuk pemain di satu posisi.

Akanji menegaskan bahwa keputusan pindah adalah bentuk profesionalisme demi menjaga kariernya tetap berada di jalur yang tepat.

0 Komentar