RADARTASIK.ID – Juventus kembali menelan pil pahit menyusul kontroversi panas dalam laga Derby d’Italia kontra Inter.
Upaya Bianconeri untuk membebaskan Pierre Kalulu dari hukuman resmi kandas setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak permohonan banding yang diajukan klub asal Turin tersebut.
Bek asal Prancis itu dipastikan absen dalam laga melawan Como, setelah tetap dijatuhi skorsing satu pertandingan akibat kartu kuning kedua yang diterimanya saat menghadapi Inter.
Baca Juga:Fabregas Lolos dari Hukuman, Jurnalis Italia Akui AC Milan Diperlakukan Tidak AdilMedia Italia: Spalletti Sangat Terpukul Juventus Dibantai Galatasaray
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Federasi sekaligus menutup seluruh jalur banding yang ditempuh manajemen Juventus.
Kalulu diusir wasit Federico La Penna pada menit ke-45 babak pertama setelah dianggap melanggar Alessandro Bastoni.
Insiden itu memicu perdebatan panjang, terlebih setelah Kepala Wasit Italia, Gianluca Rocchi, mengakui adanya salah tafsir dalam penilaian situasi tersebut.
Bahkan disebutkan bahwa VAR tak dapat mengoreksi kartu kuning kedua karena keterbatasan protokol yang berlaku saat ini—aturan yang baru akan direvisi pada Piala Dunia mendatang.
Juventus pun bergerak cepat. Klub mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, dengan dalih terjadi ketidakadilan yang jelas.
Mereka menilai pengakuan otoritas perwasitan soal kekeliruan tersebut seharusnya menjadi dasar kuat untuk membatalkan hukuman Kalulu.
Namun harapan itu pupus. Dalam pernyataan resminya, Pengadilan Olahraga Nasional menolak banding Juventus dan menegaskan bahwa larangan satu pertandingan tetap berlaku.
Baca Juga:Chivu Pusing Tujuh Keliling, Bodo/Glimt Buat Inter Milan Kehilangan 6 Pemain Andalan saat Lawan LecceDaftar Pemain Juventus yang Akan Diusir Spalletti Musim Depan: Dari Juan Cabal Hingga Edon Zhegrova
Dengan demikian, mantan bek AC Milan tersebut harus menjalani sanksinya dan baru bisa kembali memperkuat tim asuhan Luciano Spalletti pada laga berikutnya melawan Roma.
Tak hanya Kalulu yang terkena dampak. Ketegangan di lorong stadion saat jeda pertandingan berbuntut panjang.
CEO Juventus, Damien Comolli, serta Kepala Hubungan Institusional Sepak Bola klub, Giorgio Chiellini, terlibat konfrontasi dengan La Penna.
Situasi memanas itu kemudian menjadi dasar bagi Hakim Olahraga menjatuhkan skorsing terhadap keduanya: Comolli dijatuhi hukuman hingga 31 Maret dan Chiellini hingga 27 Februari.
Di sisi lain, La Penna juga mengalami konsekuensi profesional.
Setelah pertandingan, ia melaporkan menerima ancaman terhadap dirinya dan keluarga melalui media sosial, hingga mengajukan pengaduan resmi ke Kepolisian Roma.
