RADARTASIK.ID – Puasa adalah ibadah wajib di bulan Ramadan yang dilakukan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Selama berpuasa, banyak orang merasakan waktu terasa lama saat puasa.
Rasa lapar dan haus membuat setiap jam terasa lebih lambat, terutama menjelang waktu berbuka.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan, tetapi ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Persepsi waktu dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental.
Baca Juga:Ide Bisnis Ramadan, Tips Jualan Takjil yang Bikin Dagangan Ludes!5 Gaya Pose Estetik di Kamar yang Cocok untuk Edit Pakai Prompt Gemini AI
Ketika tubuh kekurangan energi dari makanan, otak menjadi lebih fokus pada sensasi lapar dan haus.
Kondisi ini membuat kita merasa setiap menit berjalan lebih lambat dari biasanya.
Efek Puasa pada Tubuh
Saat berpuasa, tubuh mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan di hati dan otot.
Proses ini disebut metabolisme, di mana tubuh mengubah glikogen menjadi glukosa untuk energi.
Setelah cadangan glikogen habis, tubuh mulai memecah lemak dan protein sebagai sumber energi.
Perubahan metabolisme ini memengaruhi hormon seperti insulin, glukagon, dan kortisol.
Efek puasa pada tubuh juga terlihat dari perubahan fokus dan suasana hati.
Kadar gula darah menurun, sehingga otak memproses informasi lebih lambat.
Hal ini menjelaskan mengapa persepsi waktu bisa terasa lebih panjang.
Fakta Ilmiah Percepatan dan Perlambatan Waktu
Studi menunjukkan bahwa otak manusia memperlambat persepsi waktu saat tubuh mengalami stres ringan.
Baca Juga:Tren Drama China Bikin Edit Foto Jadi CEO dengan Prompt AI Makin EstetikCuma Modal Prompt Gemini AI, Seketika Jadi Foto Beli Baju Lebaran di Toko Mewah
Kelaparan dan haus adalah bentuk stres fisik ringan yang memengaruhi sistem limbik, pusat emosi di otak.
Otak menjadi lebih sensitif terhadap sensasi tubuh, sehingga kita merasa waktu berjalan lebih lambat.
Selain itu, fokus pada rasa lapar membuat kita lebih sadar akan detik yang berlalu.
Ini adalah alasan ilmiah di balik fenomena bahwa waktu terasa lama saat puasa.
Tips Menjalani Puasa Ramadan dengan Sehat
Agar puasa lebih nyaman, penting menjaga nutrisi saat sahur dan berbuka.
Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah untuk energi stabil.
Hindari makanan tinggi gula atau berminyak agar gula darah tidak naik-turun drastis.
Minum cukup air di pagi dan malam hari untuk mencegah dehidrasi.
Aktivitas ringan seperti berjalan atau peregangan membantu menjaga sirkulasi darah.
